Hendak Operasi Cabut Selang, Hasan Terkendala Biaya

Setelah menjalani operasi pemasangan selang di kepala hingga perut di salah satu RSUD di Banda Aceh dua tahun lalu

Hendak Operasi Cabut Selang, Hasan Terkendala Biaya
WAKIL Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, keluar ruangan seusai meresmikan sistem registrasi online bagi pasien Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh, Selasa (31/10). 

IDI-Setelah menjalani operasi pemasangan selang di kepala hingga perut di salah satu RSUD di Banda Aceh dua tahun lalu, kini remaja pedalaman Aceh Timur bernama Hasan bin Musa (17) hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Warga Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, itu hanya bisa duduk atau berbaring dengan keadaan kaki dan tangan terlipat.

Musa (50) yang juga ayah Hasan kepada Serambi, Jumat (16/2) mengatakan, anaknya menjadi lumpuh setelah menjalan operasi pemasangan selang di kepala hingga ke perut.

“Sepertinya selang itu tidak berfungsi lagi, sehingga tampak tegang di leher, sampai ke perutnya,” ungkap Musa.

“Karena itu dia setiap hari hanya duduk, dan terbaring. Kalau tidur seperti orang kedinginan. Mungkin kalau diluruskan tangan, dan kalau banyak gerak sakit,” jelas Musa, menceritakan kondisi Hasan.

“Jadi setelah operasi hari-harinya hanya duduk di kursi, sudah hampir dua tahun. Bahkan tidak bisa ngomong dan jalan lagi. Padahal sebelum operasi bisa jalan dan ngomong,” tambah Musa.

Operasi yang dijalani Hasan dua tahun lalu, jelas Musa, bertujuan untuk membuang cairan di dalam kepalanya. Setelah seminggu selesai dioperasi, Hasan diperbolehkan pulang ke kampung. Sayangnya, hingga kini putranya itu tak bisa jalan dan berbicara lagi. “Dia hanya ketawa-ketawa saja,” tambah Musa.

Memang sebelum dioperasi, jelas Musa, Hasan pernah jatuh di kamar mandi sehingga tak sadarkan diri, lalu dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak, lalu dirujuk ke RSUD Dr Zubir Mahmud. Dari sini dirujuk lagi ke RSUD di Banda Aceh. Setelah dua hari di RSUD Banda Aceh, Hasan dioperasi untuk pemasangan selang.

Karena tak bisa berjalan dan berbicara lagi, Musa mengaku menyesal anaknya dioperasi untuk pemasangan selang saat itu.

“Kenapa setelah dioperasi, dia lumpuh tidak bisa jalan dan ngomong. Itu yang sangat saya sesalkan,” keluh Musa sedih.

“Kalau tidak dioperasi waktu itu, mungkin Hasan tetap bisa jalan, dan berbicara. Tapi kini, untuk meminta makan saja dia tidak bisa,” keluh Musa lagi.

Kini Musa berinisiatif untuk membawa anaknya ke rumah sakit di Banda Aceh, untuk dioperasi pencabutan selang. Namun, ia terkendala dengan biaya akomodasi. “Kendalanya belum ada uang. Saya sedang menunggu tanah laku terjual,” ungkap Musa. Pun demikian, ia berharap ada dermawan yang berkenan membantu biaya transportasi anaknya.(c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved