Tafakur

Menilai Diri

Umumnya kita begitu mudah menilai baik buruk seseorang, tetapi sangat sulit menilai diri sendiri

Menilai Diri
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

 “Hendaklah kamu bersikap murah hati dan jauhilah kekerasan dan kekejian” (HR. al Bukhari).

Umumnya kita begitu mudah menilai baik buruk seseorang, tetapi sangat sulit menilai diri sendiri. Padahal apa yang dilakukan setiap hari bisa difahami sejumlah indikator yang menunjukkan siapa diri kita. Misalnya, seseorang yang ibadah dan tinggi ilmunya karena Allah, akan terpancar kebaikannya dalam perilakunya sehari-hari. Menurut Imam Al Ghazali, tanpa melalui pertimbangan pun, akhlak seseorang akan mudah terwujud dalam perbuatannya.

Disebut tanpa pertimbangan karena sudah terbiasa melakukan yang baik dan benar, dan tak biasa melakukan yang buruk. Kebiasaan berbuat baik kepada setiap orang membentuk pribadi seseorang yang baik sepanjang hidupnya. Sebaliknya, seseorang yang jahat pun akan mudah melakukan kejahatannya tanpa pertimbangan lagi, terutama pertimbangan tentang dosa-dosa akibat terjadi penganiayaan terhadap orang lain atau orang banyak.

Karena itu, penting berusaha untuk mempertahankan diri agar menetapi kebaikan. Soalnya, bila mencoba suatu keburukan, akan berpeluang mengulanginya bila terasa enak atau menguntungkan secara materi. Hal itu bisa menggiring lebih dalam ke lembah kejahatan, sehingga sangat disayangkan segala amal kebaikan yang pernah dilakukan sebelumnya. Memang telah disebutkan dalam hadits tentang adanya manusia demikian, yang pada awalnya giat melakukan amalan-amalan calon penduduk surga, tetapi menjelang kematiannya berbalik melakukan amalan-amalan calon penduduk neraka. Na’uzubillah.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help