Pang Toni Tempuh Jalur Hukum

akal calon ketua umum PSSI Aceh, Safriantoni alias Pang Toni yang digugurkan oleh tim Komisi Pemilihan (KP)

Pang Toni Tempuh Jalur Hukum
Safriantoni alias Pang Toni

* Karena Banding Ditolak

BANDA ACEH - Bakal calon ketua umum PSSI Aceh, Safriantoni alias Pang Toni yang digugurkan oleh tim Komisi Pemilihan (KP) dalam verifikasi dengan dalih diusung oleh bukan anggota PSSI Aceh yang sah, mengambil sikap tegas. Ketua Umum Askab PSSI Aceh Jaya ini menyatakan akan menggugat KP dan KBP (Komisi Banding Pemilihan) yang dianggap telah berlaku curang dan tidak netral kepadanya.

Seperti diketahui, hasil verifikasi tim KP yang diumumkan pada Jumat (9/2) lalu, dari tiga calon ketua umum yang mendaftar, hanya dua dianggap memenuhi syarat bertarung dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Aceh versi Plt Johar Lin Eng pada 24 Februari 2018. Mereka adalah, HM Zaini Yusuf ST (Presiden Aceh United) dan H Nazaruddin (Presiden Persiraja).

Kontroversi terjadi saat Pang Toni yang merupakan Ketua Umum Askab PSSI Aceh Jaya justru digugurkan dengan dalih diusung oleh bukan anggota PSSI Aceh yang sah. Padahal, faktanya eks calon Bupati Aceh Jaya tersebut dicalonkan oleh PSSI Aceh Jaya yang telah menjadi anggota PSSI Aceh sejak tahun 1999 silam.

Tak terima dengan keputusan KP itu, Pang Toni langsung mengajukan banding. Tapi, ternyata memori banding ini pun mentah. Berdasarkan surat PSSI Aceh Nomor: 16/PSSI-Aceh/II/2018 yang ditandatangani Plt Sekretaris Sukri SE MM tertanggal 14 Februari menyatakan, KBP menolak banding yang diajukan Safriantoni alias Pang Toni, sekaligus menguatkan keputusan KP. Hanya saja, dalam surat yang ditujukan kepada Safriantoni itu, tidak disebutkan alasan penolakannya.

“Saya akan tempuh jalur hukum. Ini sudah tidak sportif dan curang. Dasar apa mereka (KP dan KBP) menggugurkan saya. Parahnya, saya berulangkali mencoba menghubungi anggota KP dan KBP untuk mempertanyakan soal ini, tapi tak satupun tersambung. Saya datangi sekretariat, mereka juga tak ada. Ini membuktikan mereka tidak punya itikad baik dan seperti sengaja menggugurkan saya,” lugas Pang Toni yang menghubungi Serambi usai dia menerima surat penolakan banding oleh KBP, Kamis (15/2).

Pang Toni menyebutkan, indikasi kecurangan dan ketidaknetralan KP serta KBP sudah terlihat nyata. Buktinya, selain anggota KP dan KBP rata-rata diisi pendukung salah satu calon, mereka juga tanpa malu-malu menunjukkan arah dukungannya.

“Kalau tidak percaya, cek saja status mereka di Facebook (media sosial), bagaimana mereka terang-terangan mendukung salah satu calon. Ini kan jelas curang karena sebagai wasit, mereka semestinyanetral, tidak memihak me mana pun,” tukasnya. “Oleh sebab itu, kedhaliman ini harus dilawan. Karena upaya lewat jalur mereka (KP dan KBP) sudah habis, kini saya akan tempuh jalur lain, termasuk jalur hukum. Dan saya tak main-main soal ini, pengacara pun sudah saya siapkan,” tegasnya.(pon)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help