Salam

Sekolah Penerbangan Wajib Diperhatikan

etua Komisi V DPRA, Mohd Al Fatah, meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf agar menandatangani perjanjian kerja sama (MoU)

Sekolah Penerbangan Wajib Diperhatikan
WAKIL Ketua Pansus I DPRA, Abdurrahman Ahmad didampingi anggota, Musannif sedang melihat plafon gedung baru SMK Penerbangan yang dibangun tahun 2016 dengan dana Rp 3,2 miliar sudah jebol, Senin (5/6). 

Ketua Komisi V DPRA, Mohd Al Fatah, meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf agar menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) antara SMK Penerbangan Blangbintang dengan perusahaan pembuatan pesawat boeing Amerika Serikat, dan air bus Inggris.

Mohd Al Fatah menyampaikan itu dalam rapat pembahasan peningkatan mutu SMK Penerbangan Aceh di ruang rapat Komisi V DPRA, Banda Aceh, Rabu kemarin. “Tujuannya supaya akreditasi SMK Penerbangan naik, juga dikenal perusahaan maskapai penerbangan nasional dan internasional,” kata Mohd Al Fatah.

Saat memimpin rapat tersebut, Al Fatah didampingi anggota Komisi V, yakni Yunardi Natsir dan Sjech Ahmadin, Kepala Dinas Pendidikan Laisani, Kepala Badan Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Syahrul Badaruddin, Founder dan Managing Direktor Indonesia Education Partnerships, Brook Williams Ross, serta Kepala SMK Penerbangan Blangbintang, Gerinaldy.

Mohd Al Fatah juga memberikan penilaian terhadap rencana Gubernur membuka perakitan pesawat terbang jenis N219 bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia di kawasan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), dimana SMK Penerbangan Blangbintang yang telah beroperasi tiga tahun. Untuk memenuhi hal tersebut, menurutnya, perlu peningkatan SDM guru dengan pelatihan keahlian dan penyediaan alat praktik yang memadai.

Menyahuti keinginan DPRA tersebut, Kadis Pendidikan Aceh Laisani, Kepala SMK Penerbangan Blangbintang, Gerinaldy dan Founder dan Managing Direktor Indonesia Education Partnerships, Brook Williams Ross, setuju atas kerja sama ini dilanjutkan.

Laisani mengatakan pihaknya mendukung ide dan gagasan Komisi V. Untuk itu, instansi yang dipimpinnya siap mengusulkan anggaran yang dibutuhkan dalam pembahasan RAPBA 2018.

Misalnya, usulan dana untuk bahan praktik dan peningkatan mutu guru dan siswa dengan cara mengirim magang ke berbagai perusahaan penerbangan di dalam dan luar negeri. “Termasuk keinginan untuk merakit pesawat jenis Ultra untuk SMK Penerbangan kita upayakan anggarannya,” kata Laisani.

Menurutnya, hal itu juga untuk menyahuti Program Gubernur Irwandi Yusuf yang akan membangun hanggar perakitan dan service pesawat N219 Produksi PT Dirgantara Indonesia di Blangbintang, Aceh Besar. Intinya, kata Laisani, peningkatan kompetensi guru dan siswa SMK Penerbangan terus didukung oleh Disdik Aceh, di sampingi juga mendukung program dan kegiatan SMK lainnya, seperti SMK Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Perkebunan.

Kita tentunya juga mendukung terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan Sekolah Penerbangan tersebut, sehingga lulusannya nanti benar-benar bisa mendapat pekerjaan di pasar nasional dan juga internasional. Apalagi mengingat saat ini banyak sekolah kejuruan dimana lulusannya tidak mampu mendapat pekerjaan sesuai dengan keterampilan yang mereka perolah di sekolah.

Intinya, kita menginginkan kelak SMK Penerbangan Aceh tidak hanya dikenal di Aceh, tetapi juga diminati oleh putra-putri lainnya di selruh Indonesia. Kalau ini terwujud, tentu akan menjadi kebanggaan bagi kita semua. Semoga!

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help