Museum Tsunami Usul Revitalisasi

Mulai tahun 2018, pihak Museum Tsunami Aceh mengusulkan program perencanaan revitalisasi ke Pemerintah Aceh

Museum Tsunami Usul Revitalisasi
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI
Wisatawan Islamic Cruise disambut tarian etnik rapa-i geleng di Museum Tsunami. 

* Jadi Bertaraf Internasional

BANDA ACEH - Mulai tahun 2018, pihak Museum Tsunami Aceh mengusulkan program perencanaan revitalisasi ke Pemerintah Aceh melalui APBA 2018. Revitalisasi tersebut mencakup peningkatan tata pamer, penambahan koleksi dari berbagai negara, serta pelayanan museum bertaraf internasional. Hal itu diungkapkan Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal SSTP MSi kepada Serambi, Minggu (18/2).

Dikatakan, selama ini Museum Tsunami Aceh menyediakan informasi tentang tsunami dalam konteks ke-Acehan. Namun ke depan, museum tersebut akan memuat informasi lebih lengkap terkait gempa dan tsunami di Samudera Hindia.

“Kita akan mengambil peran yang lebih besar untuk museum tsunami ke depan. Arah tata pamer akan lebih bersifat dunia, ada koleksi dari banyak negara, dan pelayanannya harus bertaraf internasional,” kata Almuniza, seraya menyebut baru ada tiga museum tsunami di dunia, yaitu di Jepang, Hawaii, dan Aceh.

Untuk pembangunan fisik, lanjut dia, Museum Tsunami Aceh akan bekerja sama dengan para negara donor dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Sebab pada tahun 2015, pihaknya bersama UNESCO dan Museum Geologi Bandung sudah melakukan penilaian dan kajian revitalisasi terhadap museum itu.

“Jadi konten museum ke depan akan lebih kaya. Di dalamnya memuat informasi dan koleksi benda terdampak tsunami Samudera Hindia dari sejumlah negara,” jelasnya.

Ditambahkan, pada tahun 2018 pihaknya juga akan menggelar peringatan tsunami dunia, tsunami ke-14 Aceh, pameran temporer, dan kegiatan menarik lainnya.

Pada bagian lain, Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan, jumlah pengunjung Museum Tsunami pada tahun 2017 mencapai 706.646 orang. Dari jumlah itu, pengunjung domestik mencapai 94 persen, sebesar 4 persen pengunjung mancanegara, dan 2 persen rombongan.

“Pengunjung domestik masih mendominasi. Data tahun 2017 tersebut kami peroleh berdasarkan jumlah tiket masuk ke museum,” ujar Almuniza. Dikatakan, sejak tahun 2011 hingga 2016, pencatatan pengunjung museum dilakukan berdasarkan counter (penghitung manual) yang belum begitu akurat. (fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved