Tafakur

Sampah

Sungguh sangat adil manusia diperlakukan oleh Allah di dunia ini. Semua orang diberikan hak untuk menjadi

Sampah

Oleh: Jarjani Usman

“Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain” (HR. Bukhari).

Sungguh sangat adil manusia diperlakukan oleh Allah di dunia ini. Semua orang diberikan hak untuk menjadi orang baik. Namun sebahagian orang sengaja memilih menjauhkan diri dari kualitas tersebut. Caranya bukan hanya menjadi orang yang tak bermanfaat, tetapi juga mengganggu orang lain dan merusak lingkungan.

Membuang sampah sembarangan, misalnya, perlahan namun pasti akan menimbulkan kerusakan parah terhadap lingkungan dan mengganggu orang sekitar. Apalagi sampah sangat beragam, antara lain sampah yang mengandung racun, sampah yang tak terurai, dan sampah yang berurai. Sampah yang tak terurai (non organik) akan bertahan lama karena tak membusuk, sehingga merusak tanah. Sedangkan sampah beracun bisa mengotori air dan mematikan banyak makhluk hidup. Dengan demikian, membuang sampah demikian semabarangan jelas merupakan suatu perbuatan tak baik, walaupun mungkin selama ini tak disadari.

Sebagai umat terbaik tak sepatutnya melakukan perbuatan tak baik atau terlarang, merusak, dan tak bermanfaat. Sebaik-baik seorang hamba, kata Rasulullah SAW, ialah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain (HR. Bukhari). Karena itu, sangat penting mengingatkan diri untuk menjauhi setiap perbuatan tak baik, termasuk di antaranya tidak membuang sampah sembarangan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help