Penegakan Syariat Islam Sangat Lemah di Aceh Tenggara, Ini Kendalanya Menurut Wakil Bupati

Apalagi Ketua MPU Agara baru dan ini menjadi semangat baru untuk menegakkan syariat Islam di Bumi Sepakat Segenap.

Penegakan Syariat Islam Sangat Lemah di Aceh Tenggara, Ini Kendalanya Menurut Wakil Bupati
SERAMBINEWS.COM /ASNAWI LUWI
Bupati/Wabup Agara Raidin-Bukhari, menerima memori jabatan dari mantan bupati/wabup Agara Hasanuddin B MM-Ali Basrah Spd MM, di Gedung DPRK, Senin (2/10/2017). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Penegakan Qanun Syariat Islam di Aceh Tenggara "mandul" alias sangat lemah.

Buktinya, maksiat dan minuman keras semakin menjamur di Bumi Sepakat Segenap yang diberlakukan syariat Islam.

Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Tenggara, Sukarman, kepada Serambinews.com, Jumat (23/2/2018) mengatakan, penegakan Qanun Syariat sangat lemah di Agara.

Baca: Keluar dari Agama Islam, Warga Aceh Singkil Ini Dipenjara

Maksiat seperti perjudian, miras, wanita muslimah tanpa jilbab semakin menjamur dan terkesan maksiat adanya pembiaran dan lemahnya pengawasan dari Pemkab Agara.

Menurut dia, Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014, tentang hukum jinayat telah jelas diatur.

Namun, pelaksanaannya masih separuh hati dan tidak peduli.

Hal lain diutarakan Pimpinan Pesantren Tarbiyah Auladil Muslimin Aceh Tenggara, Ustaz M Hatta Bulkaini Skd.

Baca: Pimpinan Pesantren Sebut Warga tak Malu-malu Lagi Mesum di Objek Wisata, Ini Kata Wabup Agara

Halaman
12
Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved