Tafakur

Kecelakaan di Jalan Raya

Setiap kali ada kecelakaan seperti tabrakan di jalan raya, sebahagian orang langsung saja mengatakan bahwa itu sudah kehendak Allah

Kecelakaan di Jalan Raya
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya seorang mukmin ketika berbaik sangka kepada Tuhannya, maka dia akan memperbaiki amalnya. Sementara orang buruk, dia berprasangka buruk kepada Tuhannya, sehingga dia melakukan amal keburukan” (HR. Ahmad).

Setiap kali ada kecelakaan seperti tabrakan di jalan raya, sebahagian orang langsung saja mengatakan bahwa itu sudah kehendak Allah. Padahal bisa jadi, itu adalah akibat manusia serampangan menggunakan jalan raya.

Tak sedikit orang yang sangat egois dalam menggunakan jalan raya, tak mau tahu akibat buruknya kepada orang lain dan diri sendiri. Tak mau menghormati orang lain yang sedang sama-sama menggunakan haknya di jalan. Bahkan ada yang setelah berbuat dosa seperti menabrak orang lain, langsung melarikan diri tak mau bertanggungjawab. Seakan-akan dengan melarikan diri, tuntaslah segala urusannya dengan manusia dan Allah.

Padahal melarikan diri setelah menabrak orang lain tetap masih tersangkut dosanya dengan sesama manusia. Bahkan itu bisa jadi dosa besar, karena telah membunuh orang lain dengan perbuatan yang sengaja dilakukan. Telah diingatkan bahwa setiap dosa, walau sekecil zarrah, akan dibalas pada hari tiada tempat melarikan diri nanti. Dosa seseorang terhadap orang lain tak akan pernah terampuni setelah diampuni oleh yang bersangkutan.

Karena itu, kita perlu mengajak diri untuk senantiasa berbuat baik, termasuk di jalan Allah. Jangan terlalu cepat menyalahkan Allah di saat terjadi suatu kecelakaan. Kita perlu selalu berprasangka baik kepadaNya, dengan berusaha memperbaiki diri.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help