14 Kasus Proyek Kontruksi Ambruk, Pakar: Pekerja Konstruksi Kita di Bawah Tekanan

"Jadi secara sekilas boleh saya bilang lebih besar pasak dari pada tiang," sebut Harun

14 Kasus Proyek Kontruksi Ambruk, Pakar: Pekerja Konstruksi Kita di Bawah Tekanan
surya/galih lintartika
Kontruksi bangunan tol Paspro yang ada di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ambruk 

SERAMBINEWS.COM - Belakangan ini publik dihebohkan dengan banyaknya proyek infrastruktur yang ambruk saat dalam pengerjaan.

Banyaknya proyek infrastruktur yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), diyakini menjadi salah satu faktor penunjang maraknya kasus kecelakaan kerja beberapa waktu terakhir.

Setidaknya, saat ini ada 248 program yang masuk ke dalam PSN sesuai Peraturan Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Baca: Girder Flyover Ambruk Saat Dipasang, Pekerja Ada yang Tewas Terjepit 

Baca: Diterjang Arus Jembatan Plat Beton Gampong Bukit Pala Ambruk

Ketua Masyarakat Infrastruktur Indonesia (MII) Harun al-Rasyid Lubis(Kompas.com / Dani Prabowo)
Ketua Masyarakat Infrastruktur Indonesia (MII) Harun al-Rasyid Lubis(Kompas.com / Dani Prabowo) ()

Jumlah tersebut bertambah 23 program bila dibandingkan dengan Perpres 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

"Yakin saya, mereka underpressure. Karena sumber daya manusia (SDM) kita juga masih dalam perbaikan, material konstruksi tidak mencukupi, apalagi dengan target yang begitu besar," kata Ketua Masyarakat Infrastruktur Indonesia (MII) Harun al-Rasyid Lubis dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (24/2/2018).

Harun pun meyakini pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan seluruh program yang masuk ke dalam daftar PSN hingga akhir masa pemerintahan saat ini dengan berbagai alasan kekurangan.

Baca: Terkait Proyek E-KTP, Dirut PT Quadra Akui Beri 1,8 Juta Dollar AS untuk Setya Novanto

Baca: VIDEO: Pernah Dijanjikan Penanganan, Dapur Rumah Milik Janda Tua Ini Ambruk ke Sungai

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help