Pejabat BPN Jadi Tersangka

Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Lhokseumawe pada Jumat (23/3) malam, menetapkan Kasi Penyuluhan Hukum

Pejabat BPN Jadi Tersangka
HENDRI BUDIMAN, Kapolres Lhokseumawe

* Terjerat OTT Saber Pungli

LHOKSEUMAWE – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Lhokseumawe pada Jumat (23/3) malam, menetapkan Kasi Penyuluhan Hukum (Lahkum) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Lhokseumawe, Su (56) sebagai tersangka dalam kasus pungutan liar (pungli). Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik meggelar gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Lhokseumawe, yang turut dihadiri anggota Saber Pungli dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe.

Diberitakan sebelumnya, tim Saber Pungli Lhokseumawe yang dipimpin langsung Kasi Penindakan AKP Budi Nasuha melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor BPN Kota Lhokseumawe pada Jumat (23/2) sore. Selain mengamankan satu pejabat, petugas juga menyita barang bukti berupa uang senilai Rp 20 juta, serta beberapa lembar sertifikat, dan akte notaris.

“Setelah penangkapan, kita langsung memeriksa sejumlah saksi dan pengumpulan barang bukti secara maraton. Lalu, kita menggelar perkara dengan dihadiri jaksa yang tergabung dalam Satgas Saber Pungli. Tadi malam (kemarin malam-red), terduga pelaku pungli BPN Lhokseumawe resmi ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha kepada Serambi, Sabtu (24/2).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ujar AKP Budi Nasuha, penyidik langsung memintai keterangan dari Su yang didampingi pengacaranya, Heny Naslawati SH. Mulai Sabtu kemarin, tukasnya, tersangka juga langsung ditahan sampai 20 hari ke depan dalam kasus tersebut. Untuk proses selanjutnya, penyidik akan terus mendalami kasus itu guna menguak fakta, apakah melibatkan pihak lain atau dalam kasus pungli tersebut.

“Kita belum bisa memastikan apakah tindakan pungli yang dilakukan tersangka adalah inisiatifnya sendiri atau atas perintah dari atasannya. Karena itu, masih perlu penyelidikan lanjutan,” tukasnya. “Saat diperiksa, tersangka memang mengaku baru satu kali melakukan pungli, tapi penyidik mendapat informasi dari masyarakat kalau itu sudah berulangkali dilakukannya,” ucap dia.

Oleh sebab itu, tandas Kasat Reskrim, penyidik masih terus menyelidiki kasus tersebut. “Terlebih, pekerjaan yang dilakukan tersangka justru tidak ada kompetensinya dengan jabatan dia,” pungkas AKP Budi Nasuha.

Pada bagian lain, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha mengimbau, instansi lain di jajaran Pemko Lhokseumawe yang memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk tidak mengutip dana melebihi dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan. Dia juga mengharapkan kepada masyarakat untuk memberikan informasi kepada tim Saber Pungli jika mendapatkan informasi tentang pungutan liar di lingkungan instansi pemerintah, sehingga tim bisa mengambil tindakan.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help