4 Naskah Kuno Indonesia Diakui Unesco

Empat naskah kuno karya intelektual Indonesia saat ini sudah mendapat pengakuan Unesco

4 Naskah Kuno Indonesia Diakui Unesco
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kolektor Naskah Kuno Aceh, Tarmizi A Hamid memberikan cenderamata berupa manuskrip asli abad ke-17 kepada Wakil DPR RI, Fadli Dzon saat meninjau proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande-Gampong Jawa, Banda Aceh, Senin (23/10/2017) sore. 

BANDA ACEH - Empat naskah kuno karya intelektual Indonesia saat ini sudah mendapat pengakuan Unesco, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang kebudayaan. Namun sayangnya, tidak ada satu pun naskah tersebut yang berasal dari Tanah Rencong.

“Keempat naskah koleksi Perpustakaan Nasional yang sudah mendapat pengakuan Unesco itu masing-masing berjudul Lagalige, Negara Kartagama, Babat Diponegoro, dan Cerita Panji,” kata Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Dedi Junaidi, Senin (26/2) kemarin.

Dedi Junaidi menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara utama pada kegiatan sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) No 24 Tahun 2014 tentang pelaksanaan UU No 43 tentang Perpustakaan yang dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusar) Aceh, Zulkifli M Ali MPd di Hotel Makkah, Senin (26/2).

Pada kesempatan itu, Dedi mengharapkan masyarakat dan kolektor naskah kuno Aceh yang bernilai tinggi untuk mau menyerahkan pengelolaannya ke Perpustakaan Nasional. “Di Aceh, banyak naskah yang bernilai tinggi. Kami sudah mengunjungi beberapa kolektor yang memiliki koleksi naskah-naskah kuno tersebut. Tapi, sayang pemiliknya tidak mau memberikan untuk disimpan di perpustakaan. Bahkan, fotokopiannya juga tidak mau diberikan,” ulasnya.

Karena itu, pada acara yang dihadiri pengelola perpustakaan dari 23 kabupaten/kota, pustawan, dan arsiparis itu, pihaknya sengaja melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya penyelamatan naskah kuno untuk disimpan di perpustakaan.

Sementara itu, Kepala Dispusar Aceh, Zulkifli M Ali meminta, masyarakat untuk mendukung upaya penambahan koleksi perpustakaan yang tersebar di seluruh Serambi Mekkah. “Dengan dukungan penambahan koleksi tersebut, kita berharap minat baca di perpustakaan juga akan meningkat,” ungkapnya.

Ditambahkan mantan Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh ini, dengan dukungan masyarakat dan kolektor naskah kuno, itu akan sangat mendukung program Gubernur Irwandi-Nova dalam menuju ‘Aceh Carong’. Dikatakan, tanpa meningkatnya minat baca di kalangan masyarakat, Aceh tidak akan mampu bersaing dengan bangsa lain secara bermartabat. “Karena itu, kita terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan koleksi di perpustakaan seluruh Aceh,” tukasnya.(sir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help