Kamis, 16 April 2026

Bocah Malang Ini Alami Bocor Jantung

Balita bernama Aisyah yang masih berumur 17 bulan ini, sudah setahun lebih terbaring lemah di rumahnya

Editor: bakri
FITRIANI menggendong bayinya yang menderita gizi buruk dan jantung bocor, Aisyah masih berumur 17 bulan saat berada di rumahnya, Dusun Rahmat, Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Senin (26/2). 

* Pengobatannya Terkendala Biaya

LANGSA - Balita bernama Aisyah yang masih berumur 17 bulan ini, sudah setahun lebih terbaring lemah di rumahnya yang berada di Dusun Rahmat, Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, akibat jantungnya mengalami bocor ditambah lagi dengan gizi buruk yang memperparah kondisi kesehatannya.

Ibu bocah malang itu, Fitriani (43), saat ditemui di rumahnya pada Senin (26/2) siang, mengatakan ia berencana membawa anaknya ke RSUZA Banda Aceh pada Senin (5/3) depan, guna diobati secara intensif sesuai arahan dokter RSUD Langsa. “Tapi kami tidak mampu membawanya ke RSUZA, karena kami belum punya uang untuk biaya mendampinginya selama dirawat di Banda Aceh,” ujar Fitriani.

Ia sangat berharap ada pihak yang membantu biaya selama ia mendampingi putrinya itu menjalani pengobatan. Sementara pendapatan suaminya sebagai nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan di sungai, tidak cukup untuk menanggung biaya tersebut.

Fitriani menjelaskan, Aisyah lahir pada 18 Agustus 2016 dengan berat badan 3,2 Kg. Memasuki usia 4 bulan, Aisyah mulai terlihat sakit dan badannya terus menyusut hingga 2,6 Kg. Sehingga Fitriani dan suaminya, Syawaluddin Syah langsung membawa putri mereka ke RSUD Langsa. Aisyah pun sempat dirawat di RSUD Langsa selama 13 hari dan dilanjutkan dengan rawat jalan di poliklinik anak. Namun, akibat kebutuhan biaya yang tak mampu tercukupi, proses perobatan Aisyah ke poliklinik anak pun terhenti.

Selain harus merawat Aisyah yang telah setahun lebih mengidap penyakit gizi buruk dan jantung bocor ini, keluarga tersebut juga memiliki tanggungan tujuh orang anak mereka lainnya. Sedangkan ayah Aisyah, sehari-harinya hanya bekerja sebagai pencari ikan dan udang di sungai dengan penghasilan sangat minim.

Dalam tiga bulan terakhir, kondisi Aisyah semakin memburuk. Fitriani pun terus berupaya mengobati anaknya itu dengan membawanya ke RSUD Langsa. Namun karena kondisinya yang semakin parah, dokter di RS tersebut menyarankan Aisyah segera dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.

“Selama satu bulan ini, Aisyah mulai ditangani oleh pihak Dinkes dan Puskesmas Langsa Timur, termasuk kader Posyandu Gampong Sungai Lueng yang setiap hari memberikan makanan formula kanji rumbi untuk Aisyah. Sekarang berat badan Aisyah sudah naik menjadi 3,8 Kg. Jika sudah memiliki uang yang cukup, saya berharap bisa segera membawa Aisyah ke Banda Aceh untuk dirawat di RSUZA,” ujarnya.(zb)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved