DPRK Pijay Pertanyakan Kinerja Tim Konsultan dan BPBD Soal Pendataan Korban Gempa, Ini Jawabannya

pada kenyataannya justru sebaliknya malah memunculkan masalah di tengah masyarakat korban gempa itu sendiri

DPRK Pijay Pertanyakan Kinerja Tim Konsultan dan BPBD Soal Pendataan Korban Gempa, Ini Jawabannya
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Puluhan korban gempa Pidie Jaya kembali mendatangi kantor BPBD setempat, Senin (26/2/2018). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupeten (DPRK) Pidie Jaya (Pijay) mempertanyakan kinerja tim konsultan manajemen dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat atas pendataan korban gempa yang semakin amburadul.

"Akibat pendataan yang semakin amburadul ini menyebabkan warga melakukan komplain sebagaimana yang dilakukan oleh 50 warga asal Kecamatan Trienggadeng dan beberapa kecamatan lain ke BPBD atas kinerja tim konsultan manajemen dan BPBD itu sendiri," kata Nazaruddin Ismail SPdI, anggota dewan Pijay, kepada Serambinews.com Selasa (27/2/2018).

Baca: Beras Korban Gempa Dijual, Kabid BPBD Mengaku Perintah Atasan, Kepala Pelaksana BPBD Membantah

Sejatinya mereka merupakan rumah yang benar- benar hancur atau masuk dalam katagori rusak berat sebagaimana tertetra dalam pendataan sebelumnya.

Namun, setelah didata justru rumah mereka menjadi luput dari akibat pendataan yang amburadul.

Sehingga kebanyakan warga melampiaskan pengaduan selain ke BPBD juga kepada pihak dewan.

Terutama warga Kecamatan Trienggadeng yang merupakan kecamatan yang paling besar berdampak dari bencana gempa pada 7 Desember 2016 lalu.

Baca: Puluhan Korban Gempa Bumi Pidie Jaya Kembali Datangi BPBD, Ini Masalah yang Dituntut

Atas dasar pengaduan warga inilah, maka selaku fungsi anggota dewan, patut mempertanyakan kinerja konsultan manajemen yang telah direkrut oleh pemerintah dalam hal ini BPBD.

Halaman
1234
Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help