Oknum Jaksa Simeulue Dilapor ke Kejati

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melaporkan secara resmi oknum jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue

Oknum Jaksa Simeulue Dilapor ke Kejati
SEKRETARIS YARA, Fachrurrazi menyerahkan laporan pengaduan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum jaksa di Kejari Simeulue terhadap terdakwa korupsi dan narkoba kepada Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Aceh, Riza Fahdeli SH di ruang kerjanya di Kantor Kejati Aceh, Banda Aceh, Selasa (27/2). 

* Dugaan Pemerasan terhadap Terdakwa

BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melaporkan secara resmi oknum jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue yang diduga melakukan pemerasan terhadap terdakwa korupsi dan narkoba ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Selasa (27/2).

Pengaduan itu disampaikan Sekretaris YARA, Fachrurrazi bersama Direktur Hukum dan HAM, Yudhistira Maulana dan Ketua Para Legal, Muzakir AR kepada Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Aceh, Riza Fahdeli SH di ruang kerjanya.

Sekretaris YARA, Fachrurrazi kepada Serambi kemarin menyebutkan ada dua kasus pemerasan yang dilaporkan pihaknya. Dia menjelaskan, kasus pemerasan tersebut terjadi saat korban masih dalam proses bersidang di pengadilan.

Pertama, kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum jaksa di Kejari Simeulue berinisial AP terhadap napi korupsi, Indra Dili Mulyawan selaku mantan bendahara BPBD Simeulue, Rp 120 juta.

Kedua, kasus yang menimpa terpidana kasus narkoba, Masrizal yang diperas jaksa berinisial YM sebanyak Rp 45 juta. Kedua napi tersebut diiming-iming akan diringankan hukumannya, namun pada kenyataan tidak seperti yang dijanjikan.

“Kasus ini diketahui ketika kami berada di Cabang Rutan Sinabang. Saat itu, napi narkoba, Masrizal menyampaikan langsung kepada kami bahwa oknum jaksa YM mengambil uang darinya Rp 45 juta dengan iming-iming hukuman dua tahun,” katanya.

Namun MY, oknum jaksa yang memeras Masrizal, kata Fachrurrazi, saat ini sudah pindah ke Padang. Kendati sudah pindah, YARA tetap mendesak Kejati Aceh untuk memeriksa laporan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman prilaku jaksa itu.

Sementara kasus dugaan pemerasan yang menimpa Indra Dili sudah menemukan titik temu. AP, oknum jaksa yang diduga melakukan pemerasan telah mengembalikan uang korban setelah di laporkan ke Kejari setempat oleh YARA beberapa waktu lalu.

Dengan adanya pengembalian uang tersebut, Fachrurrazi menegaskan bahwa semakin menguat adanya pemerasan yang dilakukan oknum jaksa terhadap para terdakwa yang ditangganinya saat bersidang.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help