Tenaga Kebersihan Demo DLHK

Tenaga kebersihan atau petugas pengutip sampah berunjuk rasa ke kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan

Tenaga Kebersihan Demo DLHK
SAMPAH menumpuk di kawasan Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara akibat tenaga kebersihan berdemo dan mogok kerja, Rabu (28/2).

* Tuntut Pembayaran Honor

LHOKSUKON - Tenaga kebersihan atau petugas pengutip sampah berunjuk rasa ke kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara, Rabu (28/2). Mereka berdemo untuk menuntut pembayaran honor mereka yang sudah dua bulan tidak dilunasi. Padahal mereka biasa menerima honor perhari.

Tak cuma berdemo, para tenaga kebersihan ini juga melakukan aksi mogok kerja. Eksesnya, tumpukan sampah di 27 pusat kecamatan dan sejumlah lokasi lainnya pun tak ada yang mengangkut, sehingga mulai menebar bau busuk. Sebab, biasanya sampah tersebut diangkut perhari setelah dkumpulkan oleh petugas sampah dengan menggunakan armada dan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Seorang tenaga kebersihan yang tak ingin disebut namanya kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, dirinya dan rekan-rekan yang lain berunjuk rasa untuk memperjuangkan hak mereka yang belum dilunasi DLHK. Dia juga menyatakan, mereka sepakat mogok kerja untuk sementara sampai honornya dibayarkan pihak dinas.

“Honor kami kalau perbulan sekitar Rp 1,6 juta. Kami tak memiliki pendapatan lain, karena itu kami berharap hak kami segera dibayar, sehingga kami bisa bekerja lagi,” ujar petugas kebersihan itu.

Sementara itu, ekses tak bekerjanya petugas kebersihan membuat tumpukan sampah di sejumlah kecamatan tak terangkut. Diprediksi, jika sampai hari ini tumpukan sampah itu belum dibuang, maka akan menebarkan bau busuk, sehingga bisa menganggu masyarakat sekitar.

“Sampai tadi sore (kemarin-red), masih ada tumpukan sampah di kawasan Geudong, Kecamatan Samudera. Sebagian memang sudah dibakar warga di lokasi lain, namun sebagian lainnya masih berada di lokasi. Ini sangat mengganggu warga karena sampah itu sudah bau,” ujar Muslim, pedagang di pasar Geudong kepada Serambi, kemarin. Dia mengaku, tidak mengetahui penyebab petugas tidak mengangkut sampah kemarin. “Biasanya diangkut setiap hari, tapi hari ini (kemarin-red) masih menumpuk,” ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan Abdul Rafar, pedagang di Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Ia menjelaskan, sampah yang menumpuk dalam tong juga tidak diangkut. “Semua tong sampah yang berada di sejumlah jalan Kota Pantonlabu masih dipenuhi sampah. Ini bisa mengganggu warga. Kita berharap, pemkab segera mencari solusi atas persoalan ini, sehingga ke depan tak terjadi lagi. Karena ketika sampah tak diangkut, sangat mengganggu kami pedagang,” tukasnya.

Sekretaris DLHK Aceh Utara, Nuraina kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, tenaga kebersihan berdemo karena belum dibayar honor. Kondisi ini, jelasnya, terjadi karena anggaran masih dalam proses. Dia mengaku prihatin dengan kondisi para tenaga kebersihan karena mereka umumnya hidup masih jauh dari kata kesejahteraan.

Disebutkan Nuraina, honor petugas sampah itu perhari sekitar Rp 55.000 dan sopir Rp 60 ribu. “Biasanya, honor mereka dibayar harian. Tadi saya sudah menyampaikan kepada mereka dan memohon untuk bersabar dan terus bekerja, agar sampah tidak menumpuk. Sebab, akibat mereka demo dan mogok kerja, sampah menumpuk di semua kecamatan,” ungkapnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help