Yakin Pasific Tuna Investasi Rp 84 M di PPS Lampulo

PT Yakin Pasific Tuna, perusahaan pengolahan ikan segar tuna dan ekportir ikan nasional telah memulai pembangunan

Yakin Pasific Tuna Investasi Rp 84 M di PPS Lampulo
PEKERJA memotong daging tuna kualitas ekspor di UD Nagata Tuna di Punge Blang Cut, Banda Aceh, Kamis (1/3). Pabrik pengolahan tuna ini telah mendapat izin ekspor langsung ikan tuna ke 6 negara di Asia dengan jumlah ekspor mencapai tiga hingga empat ton per bulan. 

BANDA ACEH - PT Yakin Pasific Tuna, perusahaan pengolahan ikan segar tuna dan ekportir ikan nasional telah memulai pembangunan gedung tempat pengolahan ikan segar di Kawasana Industri Perikanan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh.

“Untuk pembangunan gedung bersama peralatan pengolahan ikan dan operasi delapan unit kapal tangkap/pancing ikan, kita akan investasi di PPS Lampulo ini sekitar 6 juta dolar AS atau Rp 84 miliar, “ kata Dirut PT Yakin Pasific Tuna, Almer Nafis kepada Serambi, Rabu (28/2) di PPS Lampulo.

Anak mantan Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin ini mengatakan, gedung tempat pengolahan tuna yang akan dibangun itu 2.800 m2. Kontraktor diharapkan bisa menyelesaikan pada Agustus atau paling telat Oktober 2018. Tujuannya agar pada bulan itu bisa langsung dioperasikan gedung tersebut sebagai tempat pengolahan tuna untuk ekspor ke Jepang, Singapura, dan Cina.

Lokasi PPS Lampulo ini, menurut Almer, sangat strategis dan cukup menguntungkan bagi investor yang mau menanamkan modalnya pada industri pengolahan ikan.

Keunggulan, lokasi PPS Lampulo, kata Almer, pertama sangat dekat dengan lokasi penangkapan tuna berkualitas, yaitu Samudera Hindia. Kedua, dekat dengan pasarnya, yaitu Asia Tengara, seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Taiwan, Korea dan lainnya.

Ikan tuna segar dari Medan yang diekspor ke berbagai negara Jepang, taiwan, Hongkong, Eropa, Amerika, Rusia dan lainnya, kata Almer, sumber bahan bakunya dari Aceh. Makanya di PPS Lampulo selama ini sudah ada satu perusahan pengolahan tuna.

Kehadiran PT Yakin Pasific Tuna di PPS Lampulo, menurut Almer, akan berdampak luas terhadap perekonomian daerah. Misalnya dalam bidang tenaga kerja, setelah gedung pengolahan ikan selesai akan direkrut 250 pekerja. “Lulusan SMK Perikanan Ladong dan lainnya bisa terserap, sehingga tidak ada lagi lulusan SMK Perikanan menganggur,” kata Almer. Kedua, kata Almer, melalui sewa tanah di PPS Lampulo, akan memberikan Pendapatan Asli Aceh (PAA).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Ir T Diauddin mengatakan, setelah menerima kunjungan investor dari Jepang yang merupakan mitra kerja PT Yakin Pasific Tuna, dirinya juga menerima kunjungan Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Yanto Tarah. Menurutnya, Wakapolda diundang ke PPS Lampulo pada hari yang sama kunjungan mitra kerja PT Yakin Pasific Tuna, dari Jepang. Tujuannya untuk menjelaskan, bahwa Kawasan Industri Perikanan PPS Lampulo cukup aman dan nyaman untuk berinvestasi. Sudah ada 4 - 5 perusahaan yang telah dan sedang membangun gedung pengolahan ikannya di PPS Lampulo. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help