Calon PPS dan PPK Digugurkan

Komisi Independen Pemilihan (KIP) sepertinya memang harus lebih selektif lagi dalam merekrut anggota panitia pemungutan suara

Calon PPS dan PPK Digugurkan
DOK SERAMBINEWS.COM
Logo KIP 

* Terbukti Terlibat Parpol

MEUREUDU - Komisi Independen Pemilihan (KIP) sepertinya memang harus lebih selektif lagi dalam merekrut anggota panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK). Sebab, ternyata banyak pengurus partai politik (parpol) yang ikut mendaftar.

Terbukti di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), dimana sebanyak 316 calon PPS terpaksa digugurkan oleh KIP karena masih terdaftar sebagai pengurus parpol. “KIP terpaksa membatalkan atau menggugurkan 316 calon dari 3.556 peserta yang ikut seleksi PPS,” ungkap Ketua KIP Pijay, Musman SH melalui Ketua Devisi SDM, Firmansyah SSos, kepada Serambi, Jumat (2/3).

Firmansyah membeberkan, terkuaknya status ke-316 orang itu setelah pihak panitia melakukan pemeriksaanterhadap nomor induk kependudukan (NIK) yang ternyata sama persis dengan yang ada pada sistim informasi partai politik (Sipol).

“Dari semua peserta, ternyata ada 316 peserta yang masih aktif dan terdaftar sebagai pengurus Parpol,” ujarnya. Sesuai aturan, dimana anggota PPS dan PPK tak boleh terlibat parpol, maka ke-316 calon PPS tersebut langsung digugurkan.

Aceh Barat Daya
Sementara itu di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), KIP mendiskualifikasi sejumlah calon anggota PPK yang terbukti terlibat parpol. Informasi yang diperoleh Serambi, ada 11 orang yang digugurkan oleh KIP.

Hal ini terungkap menyusul protes dari sejumlah calon PPK yang tidak lulus. Pasalnya, ada sejumlah nama yang lulus sebagai anggota PPK, tetapi nama mereka tidak tercatat atau tidak lulus dalam daftar enam besar calon yang akan dites wawancara atau seleksi akhir.

Ketua KIP Abdya, Elfiza SH MH saat dikonfirmasi Serambi menjelaskan, munculnya beberapa nama anggota PPK yang sebelumnya tidak lulus itu disebabkan adanya beberapa calon anggota PPK didiskualifikasi karena masuk dalam daftar kepengurusan parpol.

“Pasca-adanya surat Panwaslu Abdya yang meminta KIP mencermati para calon anggota PPK dan PPS yang diduga banyak masuk dalam kepengurusan parpol, kita mendapati ada beberapa yang masuk dalam Sipol, sehingga harus didiskualifikasi,” ujar Elfiza didampingi salah seorang komisioner, Hasbi SPd, kemarin.

Akibatnya, calon yang sebelumnya telah dinyatakangugur (urutan tujuh dan delapan) terpaksa dipanggil kembali untuk mengikuti tes wawancara. “Banyak calon gugur akibat terlibat parpol. Datanya bisa kita perlihatkan, dan bisa kita pertanggungjawabkan, baik di sipol maupun dokumen yang diserahkan oleh pengurus partai ke KIP Abdya (saat verifikasi partai),” sebutnya.

Elfiza mengatakan, keputusan itu memang harus diambil, sebab jika tidak, maka KIP telah melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.(c43/c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved