Haizir Janji BAS Keluar Zona Nyaman

Bank Aceh Syariah (BAS) nantinya tak lagi hanya fokus pada penyaluran pembiayaan konsumtif

Haizir Janji BAS  Keluar Zona Nyaman
Nasabah mengantre di Kantor baru Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Darussalam di Jalan T Nyak Arief Nomor 314 Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh yang baru diresmikan, Senin (9/1). SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

BANDA ACEH - Bank Aceh Syariah (BAS) nantinya tak lagi hanya fokus pada penyaluran pembiayaan konsumtif, dengan nasabah utama golongan PNS dan karyawan swasta. Akan tetapi bank plat merah milik pemerintah di Aceh itu, akan fokus pada ekspansi pembiayaan hingga keberadaannya akan lebih dirasakan oleh rakyat Aceh.

Hal itu diungkapkan oleh Haizir Sulaiman SH MH, ketika dimintai tanggapannya, atas terpilihnya pria itu dengan suara bulat di forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BAS, sebagai kandidat tunggal Calon Direktur Utama (Dirut) BAS, Rabu (28/1) lalu. “Kami akan berusaha secara terukur untuk keluar dari comfort zone (zona nyaman) dan aman, menuju era yang lebih menantang sebagai wujud eksistensi kami bagi seluruh masyarakat Aceh,” tutur Haizir, kepada kru Radio Serambi FM, dalam acara talk show Bedah Cakrawala atau bedah editorial Serambi Indonesia, kemarin.

Menurut Haizir, langkah ekspansi kredit itu terasa makin perlu, karena potensi pasar di luar sana, masih terbentang luas. Misalnya kredit usaha tani (KUT), atau kredit kaum nelayan. Tentu saja diikuti dengan prosedur dan kesepakatan yang memberi margin lebih kepada kedua pihak.

Selain itu, pertumbuhan kredit di zona nyaman juga makin terasa staganan, karena pertumbuhan PNS atau karyawan juga sangat terbatas. “Kami harus menyadari sepenuhnya jika potensi non-PNS dan karyawan, makin hari makin terasa menciut. Sementara pasar di luar itu masih sangat terbuka,” kata Haizir.

Namun bankir lokal itu juga menyadari, dibutuhkan tingkat prudent yang tinggi dalam melakukan ekpansi, hingga tidak malah memurukkan kinerja BAS nantinya. “Kita melakukan secara terukur dan bertahap, dengan dilandasi protap yang standar untuk kalangan perbankan. Bagaimana pun BAS adalah milik rakyat dan besar dengan dana dana rakyat,” tandas Haizir.

Kinerja BAS sendiri saat ini terhitung sehat. Bank plat mereha itu menutup tahun 2017 dengan rasio modal atau capital adequasi ratio 20 persen, jauh di atas ketentuan perbankan nasional yang hanya 12 persen. Selain itu rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) hanya 1,3 persen, jauh di bawah ambang batas nasional sebanyak 5 persen. Di sisi lian total aset tahun 2017 mencapai Rp 22,6 triliun, atau meningkat dari total aset tahun 2016 yang hanya Rp 18 triliun. (nur)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help