Salam

Jangan Kendur Spirit Memberantas Narkoba

Presiden AS, Donald Trump, menganggap pengedar obat-obatan terlarang sama buruknya dengan pembunuh berantai

Jangan Kendur Spirit Memberantas Narkoba
(KOMPAS.com/ HADI MAULANA)
Sejumlah barang bukti Sabu sabu yang berhasil digagalkan dari aksi penyelundupan kurir narkoba jaringan Internasional melalui bandara Hang Nadim Batam 

Presiden AS, Donald Trump, menganggap pengedar obat-obatan terlarang sama buruknya dengan pembunuh berantai. Trump menyatakan sangat senang jika ada undang-undang yang menyebutkan bahwa pengedar narkoba di negaranya harus dieksekusi mati. Di mata Trump, hukuman mati akan efektif menekan peredaran narkotikan dan obat-obatan terlarang di negerinya.

Trump juga sempat menyebut negara-negara yang menerapkan hukuman mati bagi para pengedar narkoba. Aturan itulah yang ingin dia terapkan di negaranya. Dia pernah mengatakan “kalian tahu orang-orang China dan Filipina tidak punya masalah dengan narkoba, karena mereka membunuh para pengedarnya.”

Selain di Indonesia, beberapa negara lain juga memberlakukan hukuman mati untuk para pengedar narkoba, lantaran narkoba sudah menjadi momok di setiap negara yang harus dimusnahkan. Namun, pelaksanaan hukuman mati di Indinesia bagi napi yang sudah jelas-jelas divonis mati, kelihatan masih ragu-ragu. Ada yang sudah berada di hadapan regu tembak, malah dibatalkan. Mengapa?

Padahal, peredaran arkoba makin mengkhawatirkan. Dan, Aceh termasuk daerah “merah” terkait dengan narkoba. Sebagai produsen, pengedar, pemakai, serta daerah transit masuknya narkoba dari luar negeri sebelum diedarkan ke daerah lain.

Media massa sudah sering mengingatkan pemerintah dan aparat hukum agar jangan memberikan sedikit pun peluang bagi para bandar narkoba untuk terus menyebarkan barang-barang haram tersebut ke Tanah Air. Lemahnya penegakan hukum dan runtuhnya moral bangsa dinilai menjadi penyebab utama dari makin maraknya peredaran narkoba di Indonesia.

Globalisasi juga memberi pengaruh yang besar bagi berkembangnya narkoba yang makin tak terkendali ini. Karena itu, pemerintah harus melakukan kaji ulang secara sistematis penyebab dan penanganan kejahatan narkoba secara komprehensif. Jangan sampai langkah penegak hukum kita kalah cepat dengan para bandar narkoba yang terus mencari cara dalam menyebarkan barang setan tersebut.

Selain tegas dalam penegakan hukum, pemerintah juga harus terus meng-update payung hukum untuk bisa menjerat para penjahat narkoba, karena temuan di lapangan membuktikan banyak jenis narkoba baru lahir tanpa bisa dijerat oleh payung hukum kita. Kita mungkin tak bisa meniru gaya Filipina di bawah Presiden Rodrigo Duterte yang terus mengeksekusi para bandar narkoba tanpa lewat jalur pengadilan.

Meski begitu, Indonesia perlu mencontoh semangat dan keseriusan Presiden Duterte dalam memberantas narkoba yang dinilainya telah menghancurkan bangsa Filipina. Ketegasan penting ditunjukkan demi menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran.

Presiden Joko Widodo sudah berkali-kali meminta jajaran penegak hukum di Indonesia supaya bertindak tegas dengan menembak pengedar narkoba. “Sekarang Polri, BNN (Badan Narkotika Nasional), harus betul-betul tegas, dan saya sampaikan, sudahlah tegasin saja. Terutama pengedar-pengedar narkoba asing, yang masuk dan menantang aparat, sudah langsung ditembak saja.” Begitu pesan Jokowi dalam beberapa kesempatan. Artinya, sikap pemerintah tegas dan keras, tapi mengapa narkoba tetap merajalela di negeri ini?

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help