Home »

Opini

Opini

Pengaruh Abu Vulkanik bagi Kesehatan

GUNUNG Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, kerap terjadi erupsi. Erupsinya terkadang cukup kuat hingga menyemburkan awan panas

Pengaruh Abu Vulkanik bagi Kesehatan
AP PHOTO / Binsar Bakkara
Warga melihat luncuran awan panas Gunung Sinabung dari Desa Tiga Serangkai, Karo, Sumut, 13 Juni 2015. Gunung Sinabung yang kini masih berstatus Awas masih mengalami peningkatan aktivitas. 

Oleh Ichsan

GUNUNG Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, kerap terjadi erupsi. Erupsinya terkadang cukup kuat hingga menyemburkan awan panas mencapai lebih dari 5.000 meter ke atmosfer. Erupsi ini telah berdampak hingga ke Aceh berupa sebaran abu vulkanis, mulai dari Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Timur hingga kota Langsa.

Dalam ilmu vulkanologi disebutkan bahwa abu vulkanik ini sangat mudah menyebar melalui udara. Pergerakan dari abu vulkanik ini tergantung pada; Tinggi semburan letusan, ukuran partikel abu, jumlah abu yang disemburkan ke atmosfer dan kondisi iklim (kekuatan dan arah angin dan kelembaban udara).

Patut kita sadari bahwa erupsi gunung api umumnya selalu menyemburkan zat seperti uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), asam klorida (HCl), asam fluorida (HF), sulfur dioksida (SO2), dan abu vulkanik ke udara. Dan abu vulkanik itu sendiri mengandung zat seperti silika, mineral, dan bebatuan. Unsur-unsur seperti natrium, klorida, kalsium, kalium, sulfat, magnesium, dan fluorida sangat mudah dijumpai dalam abu ini. Unsur lainnya yang juga bisa kita jumpai adalah seng, timah, dan kadmium. Muntahan material, terutama abu vulkanik ini sangat berpotensi mengganggu kesehatan manusia.

Masyarakat kita harus mengetahui bahwa material abu vulkanik akan menimbulkan dampak yang berbahaya, terutama bagi kesehataan tubuh manusia. Jika masyarakat kita tidak mengetahui informasi tentang bahaya abu vulkanik ini, maka dikhawatirkan akan banyak warga yang terkena gangguan kesehatan karena hal ini.

Efek negatif
Lalu, apa efek negatif dari abu vulkanik ini terhadap kesehatan? Paling tidak ada empat efek negatif abu vulkanik terhadap kesehatan yang harus kita ketahui, yaitu: gangguan pernapasan akut, gangguan padamata, iritasi pada kulit, dan gangguan mekanikal.

Pertama, bahaya abu vulkanik bagi pernafasan. Besar kecilnya dampak abu vulkanik tersebut terhadap pernafasantergantung pada konsentrasi partikel, proporsi debu yang terhirup, kondisi meteorologi/iklim. Semakin kecil ukuran partikel abu tersebut akan semakin membahayakan kesehatan tubuh manusia karena akan semakin mudah masuk kedalam pernapasan dan berpotensi mengendap dalam organ paru-paru. Ukuran debu vulkanik yang sangat kecil, yakni sekitar 10 mikron berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan. Bahkan untuk debu vulkanik yang berukuran di bawah 4 mikron berpotensi untuk terhirup dan mengendap pada saluran pernapasan bagian bawah.

Secara umum efek negatif bagi pernafasan terbagi menjadi dua, yaitu efek akut dan kronik. Efek akut akan terjadi dalam waktu singkat berupa iritasi saluran napas, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), atau kesulitan bernapas pada penderita gangguan paru sebelumnya seperti asma. Sedangkan untuk efek kronik terjadi setelah paparan abu yang bertahun-tahun. Hal ini ditandai dengan adanya penumpukan abu silika pada organ paru, yang dikenal dengan silikosis. Penderita akan mengalami penurunan fungsi paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan ini akan mengganggu aktivitas mereka.

Beberapa gejala yang muncul pada pernapasan akibat menghirup material abu vulkanik yaitu: iritasi saluran pernapasan, terjadi iritasi dan radang pada tenggorokan, produksi dahak meningkat, batuk, dada terasa sakit dan mengalami kesulitan bernafas.

Bila anda, keluarga atau tetanggaanda mengalami gejala tersebut setelah menghirup material abu vulkanik maka sebaiknya segera mengamankan diri ke tempat yang terbebas dari paparan abu vulkanik.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help