Pergub APBA 2018 tak Hambat   Proyek Jalan Tembus

Peraturan Gubernur (Pergub) tentang APBA 2018 jika dikeluarkan dalam waktu dekat tidak akan menghambat kelanjutan pelaksanaan proyek

Pergub APBA 2018 tak Hambat   Proyek Jalan Tembus
Serambinews.com/Budi Fatria
Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf, M.Sc

* Termasuk Rumah Sakit Regional

BANDA ACEH - Peraturan Gubernur (Pergub) tentang APBA 2018 jika dikeluarkan dalam waktu dekat tidak akan menghambat kelanjutan pelaksanaan proyek sepuluh ruas jalan tembus lintas tengah dan Kepuluan Simeulue, maupun pembangunan rumah sakit regional serta Rumah Sakit Onkologi/Kanker RSUZA.

“Kalau RAPBA 2018 diqanunkan, maka diperlukan persetujuan dari DPRA untuk pembuatan kontrak proyek multiyears-nya. Tapi, karena RAPBA 2018 dipergubkan, maka pelaksanaannya akan dilakukan per tahun anggaran,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir Rizal Aswandi kepada Serambi di Banda Aceh, Jumat (2/3). Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif kemarin.

Rizal mengatakan, apa yang dinyatakan Ketua DPRA, Tgk Muharuddin tentang proyek-proyek multiyears memang benar. Bahwa bila RAPBA 2018 diqanunkan, maka untuk pelaksanaan proyek jalan tembus itu harus menggunakan sistem kontrak multiyears atau sistem kontrak lebih dari satu tahun (bertahun jamak), maka diperlukan persetujuan dari DPRA untuk memberikan jaminan pengalokasian anggarannya pada tahun berikutnya.

Tapi, kata Rizal Aswandi lebih lanjut, karena RAPBA 2018 tidak jadi diqanunkan, dengan alasan belum ada kesepakatan antara DPRA dan Gubernur Aceh mengenai pagu pendapatan dan belanja dalam KUA dan PPAS 2018, sehingga gubernur berencanakan mempergubkannya.

“Proyek itu tetap bisa berjalan, tapi sistem kontraknya diubah dari multiyears menjadi kontrak tahunan,” ujar Kadis PUPR Aceh itu.

Pada tahun ini, sebut Rizal, untuk kelanjutan sepuluh paket proyek jalan tembus lintas tengah dan di Kepuluan Simeulue, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 750 miliar. Di antaranya untuk segmen jalan Peureulak-Peunaron Rp 75 miliar, segmen Peunaron-Lokop -batas Gayo Lues Rp 50 miliar. Selain itu, ruas jalan Aceh Timur-

Pining Rp 35 miliar dan Pining-Blangkejeren Rp 35 miliar, ruas Babahroet, Abdya-Batas Gayo Lues Rp 30 miliar, Blangkejren-Tongra Rp 50 miliardan Tongra-batas Abdya Rp 50 miliar. Ruas Janto-Lamno Rp 50 miliar dan Lamno-Janto Rp 45 miliar, serta pembangunan sembilan unit jembatan senilai Rp 40 miliar dan ruas lainnya.

Kondisi fisik proyek sepuluh paket proyek jalan tembus lintas tengah itu, kata Rizal, ruas jalannya sudah tembus, tapi belum seluruhnya telah teraspal. Misalnya, jalan Blangkejren, Tongra-batas Abdya dengan panjang jalan 92,60 km, yang telah beraspal 20 km, sedangkan yang akan diaspal tahun ini 32,20 Km.

Ruas jalan Jantho-Lamno 63 km, sudah aspal 15 km, akan diaspal33,5 km, juga akan dibangun jembatan sembilan unit lagi.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved