Lalu Lintas Kawasan ‘Fly Over’ Dikeluhkan

Lalu lintas di kawasan Fly Over Simpang Surabaya sering dikeluhkan oleh pengendara

Lalu Lintas Kawasan ‘Fly Over’ Dikeluhkan
Maket pembangunan fly over kawasan Jembatan Simpang Surabaya. SERAMBI/M ANSHAR

BANDA ACEH - Lalu lintas di kawasan Fly Over Simpang Surabaya sering dikeluhkan oleh pengendara. Pasalnya, simpang yang menjadi titik persinggungan Jalan Tgk Imuem Luengbata, Jalan Dr Mr Moh Hasan, dan Jalan Teuku Chik Di Tiro memiliki simpang putar (u-turn) yang terlalu jauh, sehingga menyulitkan pengendara untuk menjangkau tujuannya.

Amatan Serambi, Minggu (4/3), kondisi itu diperparah dengan tidak adanya lampu lalu lintas (traffic light) di titik persinggungan tiga jalan itu--Simpang Surabaya-- mengharuskan pengendara dari Luengbata menuju Beurawe, harus memutar pada u-turn yang berada di depan Kantor Partai Aceh (PA) di Batoh, atau sekitar 400 meter dari simpang tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, Muzakir Tulot melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan (Kabid LLA), Zubir yang ditanyai Serambi, Minggu (4/3), mengatakan, pihaknya juga menerima keluhan yang sama dari masyarakat terkait lalu lintas di kawasan itu. Dishub, lanjutnya, sudah menyarankan kepada pembangun fly over untuk membuat u-turn baru di depan toko furnitur Informa, yang terpaut 120 meter dari bawah jalan layang itu.

“U-turn saat ini di depan Kantor PA terlalu jauh, makanya perlu dibuat satu lagi di depan Informa. Kami tahu banyak warga yang mengeluh, tapi mau dianggarkan dimana? Ini jalan nasional,” kata Zubir lewat sambungan telepon. Usulnya pada rapat yang berlangsung pada Oktober 2017 itu pun belum direspons, karena pihak Satker mengaku belum ada anggaran.

Menurut Zubir, pembuatan u-turn yang lebih dekat merupakan solusi dalam permasalahan itu. Sebab dalam perencanaan, jalan di bawah fly over memang tidak disediakan traffic light. “Kalau ada lampu merah di bawah, maka fungsi fly over menjadi tidak optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Fly Over, Ir Faisal MT menjawab pertanyaan Serambi terkait masalah itu mengatakan, pihaknya selama ini fokus ke fisik fly over, sedangkan manajemen lalu lintas di sekitarnya merupakan wewenang Dishub. “Selama ini juga sering terjadi penumpukan di sekitar itu. Saya rasa Dishub lebih paham soal ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, yang dikonfirmasi Serambi mengaku bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak saat ini mengingat fly over belum diserahterimakan. “Kami masih menunggu kapan fly over dapat diresmikan dan diserahterimakan ke Pemko Banda Aceh. Kalau sudah, nanti kami akan tata kembali,” ujar Wali Kota.

Aminullah juga mendengar keluhan warga terkait lalu lintas yang belum baik di kawasan fly over, dimana mereka harus menempuh jarak yang lebih jauh agar bisa memutar. “Kami akan cari solusinya nanti, apa dengan membuat u-turn yang lebih dekat, atau membuat lampu lalu lintas di simpang, agar warga tidak perlu memutar jauh,” jelasnya, dan mengaku belum mengetahui kapan fly over akan diresmikan.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help