Tuan Guru Bajang: Aceh, Fi Kulli Makan, Makan

Tapi, tidak menyampaikan banyak hanya pesan di berbagai majelis, Tuan Guru Bajang ternyata juga punya kesan mendalam selama dua hari berada di Aceh.

Tuan Guru Bajang: Aceh, Fi Kulli Makan, Makan
MUSTAFA HUSEIN WOYLA
Tuan Guru Bajang disambut Abu Mudi di Dayah Mudi Samalanga, Bireuen, Sabtu (3/3/2018) 

(Baca: Wisata Aceh Bisa Seperti NTB)

Hanya saja, lanjut TGB, tingkatan keramahan dan sajian makan untuk tamu di Aceh, lebih tinggi daripada di NTB.

“Kalau di sana tegantung dari jam, kesesuaian waktu makan. Tapi kalau di sini ampun-ampun, jadi semua majelis itu harus makan. Jadi Fikulli makan, makan, setiap tempat itu ada makan,” ujarnya lagi.

Perbedaan kedua antara Aceh dan NTB, lanjut Tuan Guru Bajang, ada kultur silaturahim yang luar biasa di kalangan masyarakat Aceh.
Hal ini tergambar dari tempat pertemuan dan perkumpulan warga, yaitu warung kopi.

“Yang terasa betul di situ (warung kopi) adalah semangat kebersamaan. Tidak ada yang membedakan dengan yang lain. Menurut saya itu sebenarnya modal sosial yang terbangun,” ungkap Tuan Guru Bajang.(*)

Berikut video lengkap kunjungan rombongan Tuan Guru Bajang ke Kantor Harian Serambi Indonesia yang dipublish di chanel youtube IKAT Aceh.  Pernyataan tentang Tuan Guru Bajang tentang kesan yang membedakan antara Aceh dengan NTB dimulai pada menit ke 28.

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved