Tafakur

Maksiat Tersembunyi

Beragam cara manusia bermaksiat. Sebahagian orang melakukannya secara terang-terangan, sebahagian yang lain

Maksiat Tersembunyi

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr: 18).

Beragam cara manusia bermaksiat. Sebahagian orang melakukannya secara terang-terangan, sebahagian yang lain dengan cara tersembunyi. Misalnya, dengan cara menciptakan aturan-aturan sedemikian rupa hingga dianggap sah atau legal, padahal isi yang sebenarnya untuk memperturutkan hawa nafsu sendiri.

Maksiat tersembunyi bisa dilakukan oleh siapa saja. Termasuk juga oleh orang-orang pintar atau yang sedang berkuasa. Rahmat Allah dalam bentuk kepintaran atau kesempatan untuk berkuasa digunakan untuk bermaksiat kepada Allah dengan cara tersembunyi.

Padahal cara demikian hanya tersembunyi dari pandangan manusia, tetapi sesungguhnya sangat jelas dalam pandangan Allah. Hal itu dipertegas dalam Alquran bahwa Allah mengetahui apa saja yang dilakukan hambanya.

Dengan demikian, melakukan maksiat tersembunyi bukan hanya berdosa karena menipu manusia, tetapi juga mengabaikan Allah dan menuhankan hawa nafsu. Dalam skala prioritas, hawa nafsu lebih diutamakan ketimbang yang lain.

Di samping itu, hasil kerja dari maksiat (tersembunyi) tidak akan berkah, sehingga tak baik untuk dimakan atau disedekahkan. Tak ada pahala sedekah dari harta hasil maksiat. Juga, daging yang tumbuh dari harta haram sudah ditetapkan sebagai mangsanya api neraka. Dengan demikian, setiap diri kita sepantasnya senantiasa berusaha untuk tidak iri terhadap harta yang banyak yang dihasilkan dari maksiat, termasuk maksiat tersembunyi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved