Pemecatan Ketua Demokrat Masalah Internal

Sekretaris DPC PD Kota Subulussalam, Hendra Saputra SE menegaskan bahwa pemecatan H Zainuddin

Pemecatan Ketua Demokrat Masalah Internal
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Sekretaris DPC Demokrat Subulussalam Hendra Saputra Munthe SE 

* Tidak Terkait dengan Paslon yang Diusung

SUBULUSSALAM - Sekretaris DPC PD Kota Subulussalam, Hendra Saputra SE menegaskan bahwa pemecatan H Zainuddin dari jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kota Subulussalam tidak terkait dengan pasangan calon (paslon) yang diusung partai tersebut dalam pilkada. “Karena ada isu yang sengaja dihembuskan bahwa pemecatan terkait pilkada, padahal ini murni masalah internal partai,” kata Hendra Saputra SE dalam konferensi pers yang digelar Senin (5/3) di Kantor DPC Demokrat Subulussalam.

Menurut Hendra, pascapemecatan Ketua DPC Demokrat Subulussalam menimbulkan isu tidak sedap di tengah masyarakat. Pasalnya, kata Hendra, ada upaya pengalihan dengan menghembuskan isu jika pemecatan tersebut terkait dengan pasangan calon (paslon) yang diusung Partai Demokrat yakni Sartina-Dedi Anwar Bancin. Masalah ini, menurut Hendra, sangat mengganggu sehingga pihaknya harus meluruskan.

Dikatakan, meski momen pemecatan dalam suasana pilkada, tapi tidak ada kaitan pemberhentian mendadak sang Ketua DPC Subulussalam yang baru sekitar lima bulan menjabat. Ditegaskan, ada persoalan yang krusial di internal demokrat sehingga mengharuskan pemecatan. Masalah tersebut, kata Hendra, lebih diketahui Ketua DPD Aceh Nova Iriansyah. “Kami tidak tahu persis, yang paling tahu Pak Nova selaku Ketua DPD Demokrat Aceh. Yang jelas pemecatan bukan masalah pribadi, tapi berkaitan dengan masalah kepartaian,” ujar Hendra.

Dikatakan, sebagai partai mandiri dan solid, demokrat tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun termasuk wali kota atau gubernur sekalipun. Lagi pula, lanjut Hendra, pihak paslon tidak pernah tahu soal akan dipecatnya sang Ketua DPC Subulussalam. Terkait isu tak sedap yang menurut Hendra sengaja dihembuskan mantan Ketua DPC, pihaknya sudah mengambil langkah tegas.

Dijelaskan, pihak demokrat telah memperingatkan kepada kadernya untuk tidak menebar kabar bohong terkait masalah internal partainya, apalagi upaya pembusukan. Bahkan, lanjut Hendra, jika dalam bulan ini masalah tersebut masih terus dihembuskan, PD Subulussalam menindak tegas sang kader tersebut dengan sanksi pemecatan dari keanggotaan. Tahap sekarang, tambah Hendra, PD akan memberi Surat Peringatan 1 dan 2. Sebab, secara lisan sudah diberikan, lalu jika masih terus menebar isu miring maka dipecat dari anggota partai.

Dikatakan, PD bisa saja memecat dari keanggotaan dan pada akhirnya menggugurkan anggota DPRK yang disandang mantan Ketua DPC tersebut alias Pergantian Antar Waktu (PAW). “Jangan dikira tidak bisa di-PAW, karena nanti jika masalah ini terus dikembangkan kami akan memberi sanksi tegas bahkan pemecatan dari anggota partai, yang tentunya sekaligus pemecatan dari anggota DPRK,” tegas Hendra.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Zainuddin diberhentikan dari jabatannya, terhitung sejak Rabu (10/1). Pemberhentian itu sesuai dengan Surat Keputusan (SK) 10/SK/DPP.PD/DPC/I/2018 yang ditandatangani Ketua DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono dan Sekjen Hinca IP Pandjaitan XIII.

Sebagai penggantinya, DPP kemudian menunjuk Aswandi Hasbi Abbas Skh sebagai Plt Ketua DPC PD Subulussalam. Sesuai SK DPP, masa kepemimpin Plt DPC PD hingga digelarnya musyawarah cabang atau musyawarah luar biasa.

Pergantian tersebut terkesan mendadak, apalagi Zainuddin baru enam bulan menjabat sejak dikukuhkan pada 9 Agustus 2017. Karena itu, kala itu berkembang isu bahwa pencopotannya terkait dengan Pilkada 2018. Mirisnya lagi, pemecatan tersebut bertepatan saat Zainuddin sedang melaksanakan umrah ke Tanah Suci.

Hendra juga mengakui bahwa tahun lalu sebenarnya para kader demokrat pernah melayangkan surat protes, semacam mosi tak percaya kepada sang ketua terkait kepemimpinannya. Namun, lanjut Hendra, saat itu belum ada tindak lanjut dari pimpinan demokrat di Aceh. Karenanya, Hendra mengakui jika pemecatan sang ketua itu tidak ada kaitan dengan mosi para kader tahun lalu. Dia pun menegaskan ada ‘catatan’ penting yang dikantongi Ketua DPD Aceh Nova Iriansyah terkait masalah mantan ketua DPC-nya itu.

Sementara itu, mantan Ketua DPC Partai Demokrat yang dipecat, H Zainuddin yang dikonfirmasi Serambi via telepon selulernya, Senin (5/3) malam, tidak mengangkat. Beberapa kali dihubungi, termasuk memberitahu melalui layanan pesan singkat (SMS) terkait konferensi pers pihak Partai Demokrat yang membahas isu ‘liar’ pemecatannya, juga tidak direspons hingga deadline.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help