TKI Asal Singkil Dipulangkan

Rahmad Hidayat, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Siti Ambia Das, Aceh Singkil yang bekerja di Fiji

TKI Asal Singkil Dipulangkan
IST
Kolase foto tiket kepulangan Rahmad Hidayat, TKI asal Aceh Singkil. 

* Sempat Putus Kontak di Fiji

BANDA ACEH - Rahmad Hidayat, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Siti Ambia Das, Aceh Singkil yang bekerja di Fiji dijadwalkan hari ini, Selasa (6/3) akan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, Banten. Ia dikabarkan sempat putus kontak dengan keluarga saat bekerja di kapal pencari ikan berbendara Fiji, Zhong Shui.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani kepada Serambi kemarin menyampaikan, bahwa pemulangan TKI asal Aceh itu dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suva, Fiji dan agensi yang mempekerjakan Rahmad.

“Ia akan tiba di Bandara Seokarno Hatta besok pagi (hari ini-red), semua biaya pemulangan ditanggung oleh agensi yang mempekerjakannya dan memiliki perwakilan di Fiji,” ujar Saifullah yang akrab disapa SAG ini.

Di Jakarta, Rahmad akan disambut oleh perwakilan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Pusat, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Serang, dan PT Hegauli Internasional, selaku pihak yang memperkerjakan Rahmad. Namun Saifullah belum bisa memastikan jadwal Rahmad dipulangkan ke Aceh, karena dia masih harus menyelesaikan administrasi dengan perusahaan agensinya dan pendataan oleh otoritas terkait.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau yang akrab disampaikan Haji Uma. Ia mengatakan, Rahmad akan diterbangkan dari Fiji ke Hongkong dengan Fiji Airways, kemudian akan dilanjutkan penerbangan Cathay Pacific rute Hongkong - Jakarta.

Haji Uma mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), saat ini proses pemulangan Rahmad berjalan lancar dan dalam waktu dekat ia akan dapat berkumpul dengan keluarga. Ia menambahkan, karena Rahmad bekerja melalui jalur resmi dan legal, maka mengenai hak-hak atas pekerjaannya selama ini akan segera dibicarakan dengan pihak terkait.

Haji Uma mengatakan, sebelumnya Rahmad yang bekerja di kapal pencari ikan berbendera Fiji, sempat putus kontak dengan keluarganya di Singkil. Namun setelah dilakukan pelacakan keberadaannya, akhir ia diketahui berada di Fiji, salah satu negara kepulauan di Samudera Pasifik tepatnya sebelah timur Australia atau sebelah utara Selandia Baru.

Jubir Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani menyampaikan Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial juga terus berkoordinasi dengan Kemenlu. Serta melakukan penelusuran ke kampung halamannya dan diketahui Rahmad baru bekerja di kapal sejak Desember 2017.

Setelah menghimpun informasi melalui sejumlah pihak, Saifullah mengisahkan, bahwa Rahmad bekerja di kapal asing melalui perekrutan resmi oleh perusahaan penyalur tenaga kerja akhir 2017, terdapat 12 orang warga Singkil saat itu yang diterima.

Namun setelah menjalani training oleh agensi tersebut, Rahmad Hidayat dan temannya Asmaudin ditempatkan ke kapal pencari ikan berbendera Fiji. Sedangkan teman lainnya ditempatkan ke Peru, Hongkong, dan beberapa negara lainnya.

Dalam kontrak kerja di kapal asing itu, mereka akan bekerja 12-14 jam sehari. Bahkan, apabila ikan sedang banyak, mereka harus bekerja 18-20 jam. Saifullah menduga, jam kerja yang cukup panjang dan ditambah konflik dengan sesama ABK menyebabkan Rahmad tidak betah bekerja di kapal. Dikatakan Saifullah, berdasarkan informasi dari KBRI Suva menyatakan bahwa tidak ada penganiayaan terhadap TKI asal Aceh itu.

Ditambahkan, setelah mendapat informasi TKI hilang kontak, Konsulat KBRI Suva, Masbukin mendatangi kapal Zhong Shui, tempat Rahmad bekerja. Setelah dilakukan diskusi dengan Rahmad dan kapten kapal, akhirnya Rahmad memutuskan dipulangkan.

Saifullah mengatakan, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf berterima kasih kepada pihak yang sudah membantu. Gubernur juga mengimbau supaya warga Aceh yang akan bekerja di kapal asing sudah mempelajari jam kerja dan kontrak kerja dengan seksama. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved