PNS Kankemenag Tertangkap OTT

Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen tertangkap Operasi Tangkap

PNS Kankemenag Tertangkap OTT
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Tim Saber Pungli Lhokseumawe yang dipimpin langsung Kasi Penindakan AKP Budi Nasuha melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Lhokseumawe, Jumat (23/2/2018) sore. 

* Karena Galang Dana Maulid

BIREUEN - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satgas Saber Pungli Bireuen, Selasa (6/3) dan didapatkan uang kontan Rp 19 juta lebih saat penangkapan tersebut.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK kepada Serambi, Rabu (7/3) membenarkan adanya kasus tersebut. Namun, pihaknya masih harus melakukan gelar perkara dengan beberapa kelompok kerja (pokja) untuk menentukan kualifikasi perbuatan tersebut sebagai perbuatan melawan hukum atau tidak. Soalnya, uang yang diamankan itu adalah sumbangan dari para kepala madrasah untuk kegiatan maulid di Kankemenag dan persiapan untuk maulid di Pemkab Bireuen dalam waktu dekat.

Diperoleh informasi bahwa sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa (6/3), Tim Saber mendatangi Kantor Kankemenag Bireuen di kawasan lapangan sepakbola stadion Cot Gapu Bireuen. Anggota tim itu yang berjumlah tiga orang melakukan pemeriksaan pada salah satu ruangan dan didapatkan uang kontan Rp 19 juta lebih.

Kemudian, PNS tersebut yang juga kepala salah satu MTsN di Bireuen diboyong ke Mapolres Bireuen menjalani pemeriksaan, kemudian beberapa pejabat lainnya juga dipanggil menjalani pemeriksaan terkait OTT dan temuan lapangan, namun belum ditahan.

Kasubbag Tata Usaha, Kankemenag Bireuen, Drs H Muklis kepada Serambi kemarin membenarkan adanya seorang pejabat yang terkena OTT. Namun, uang yang diamankan itu adalah sumbangan dari para kepala madrasah untuk kegiatan maulid.

Pejabat yang tertangkap tangan itu kapasitasnya sebagai bendahara kegiatan yang ditetapkan dalam rapat. Dalam rapat pada 21 Februari lalu dengan para kepala madrasah disepakati akan dilaksanakan dua kegiatan tersebut. Panitia butuh anggaran Rp 39 juta lebih dan ditetapkan panitia pelaksana serta item kegiatannya. “Dalam rapat para kepala madrasah sepakat menyumbang Rp 200.000/kepala madrasah,” ujarnya.

Sumbangan dari kepala madrasah itu dikumpulkan pada bendahara, yaitu Mun yang ditangkap saat OTT. Sedangkan uang sumbangan itu diamankan Tim Satgas Saber Pungli Bireuen.

Mukhlis selaku ketua panitia pelaksana juga mengirim data hasil rapat dan kebutuhan anggaran untuk kedua kegiatan itu kepada Serambi kemarin bahwa maulid di Kankemenag Bireuen sudah berlangsung Rabu kemarin dan berjalan lancar.

Menjawab Serambi tentang sumber dana sumbangan hasil kesepakatan tersebut, H Mukhlis mengatakan, dan tersebut merupakan sumbangan pribadi kepala-kepala madrasah kepada panitia.

Terkait kasus OTT itu, Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK kepada Serambi, Rabu (7/3) berkata, pihaknya sedang mempertimbangkan penyelidikan lanjutan dari kasus tersebut dengan melibatkan beberapa pokja (instansi).

Menurutnya, terhadap kasus OTT tersebut perlu dilakukan gelar perkara bersama untuk menentukan tindak lanjut (perbuatan melawan hukum dan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan).

Menyangkut jumlah yang diamankan, Kasat Reskrim menyebutkan, jumlahnya sekitar Rp 19 juta. Beberapa orang sudah diperiksa, namun belum ditetapkan siapa tersangkanya. (yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved