Tafakur

Melayat

Sehingga ketika datang kematian kepada mereka, mereka berkata `Ya Tuhanku, Kembalikanlah aku (ke dunia) agar

Melayat

Oleh: Jarjani Usman

“Sehingga ketika datang kematian kepada mereka, mereka berkata `Ya Tuhanku, Kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku bisa berbuat kebaikan yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak (bisa kembali)!” (QS. Al-Mukminun: 99-100).

Pengalaman adalah pelajaran yang sangat berharga dan bermakna. Hal ini tentunya bukan hanya pengalaman diri sendiri, tetapi juga apa yang dialami oleh orang yang lain. Seperti seseorang hamba yang sudah mengalami kehilangan roh dari jasadnya atau meninggal dunia, yang memberikan banyak pengalaman penting bagi orang-orang yang masih hidup. Karena itu, sangat dianjurkan untuk melayat orang yang telah meninggal dunia.

Di antaranya, dari orang yang baru meninggal dunia, kita bisa menyaksikan bagaimana tak berdayanya lagi jasad yang ditinggalkan nyawanya. Tak ada lagi yang bisa dilakukan, termasuk untuk beribadah atau beramal salih lainnya. Semua sudah terhenti, sehingga ikut menghentikan aliran pahala.

Juga tidak mungkin lagi melanjutkan usaha untuk meraih apa yang telah dicita-citakan, kecuali hanya mendapat apa yang pernah diupayakan sewaktu masih hidup. Termasuk di antaranya bila sempat beramal jariyah, ilmu yang bermanfaat yang telah diajarkan, dan anak yang salih, yang darinya bisa memperoleh pahala lanjutan.

Namun apa yang telah dilakukan pun bisa menjadi penyesalan dahsyat, bila itu diperoleh dengan cara haram. Seperti harta kekayaan yang telah diperoleh dengan cara korupsi, yang akan membuat siksaan datang bertubi-tubi. Di sanalah setiap insan menjadi insaf, walau sangat terlambat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved