Polda Tangkap Beko di Tambang Emas Liar

Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Barat menangkap sejumlah ekskavator (beko) di kawasan pedalaman

Polda Tangkap Beko di Tambang Emas Liar
SEBUAH beko ketika diamankan Polres Aceh Barat di kawasan tambang emas ilegal di pedalaman Kecamatan Pante Ceureumen 

MEULABOH - Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Barat menangkap sejumlah ekskavator (beko) di kawasan pedalaman Kecamatan Pante Ceureumen kabupaten itu, Kamis (8/3). Beko-beko itu diamankan karena diduga ikut dioperasionalkan pemiliknya dalam aksi penambangan emas liar yang eksesnya makin meresahkan masyarakat karena merusak lingkungan di wilayah itu.

Hingga pukul 17.00 WIB kemarin jumlah pasti beko yang diamankan polisi belum diperoleh Serambi, karena tempat penyitaannya terpencar-pencar. Namun ada sumber yang menyebutkan bahwa beko yang sudah diamankan dari lokasi tambang ilegal itu sedikitnya tiga unit.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Praksa SIK dan perwira dari Polres pada siang kemarin turun ke lokasi tambang ilegal itu. Lokasi tersebut berjarak tempuh tiga jam perjalanan dari Kota Meulaboh naik kendaraan roda empat. Beberapa kilometer malah harus dilalui dengan berjalan kaki.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa didampingi Kasat Reskrim AKP Fitriadi saat ditanyai Serambi kemarin sore membenarkan bahwa tim gabungan dari Polda Aceh dan Polres Aceh Barat sudah beberapa hari terakhir dikerahkan untuk mengungkap kasus penambangan emas ilegal di pedalaman Aceh Barat.

“Jumlah beko yang diamankan nanti kita sampaikan. Kami sedang menuju lokasi,” kata Kapolres kemarin sore.

Kapolres menegaskan, selama ini sudah menjadi targetnya untuk menertibkan tambang emas liar yang dilaporkan sudah meresahkan warga, terlebih karena digunakan alat-alat berat dalam jumlah besar di lokasi tambang ilegal itu.

Diperoleh informasi tambahan bahwa beko yang berhasil ditangkap tim gabungan itu masih dibiarkan berada di tempat kejadian.

Beredar kabar, beko-beko yang selama ini digunakan untuk menambang emas ilegal itu merupakan milik tauke-tauke besar di Aceh Barat dan kabupaten tetangganya, Aceh Jaya dan Nagan Raya.

Lokasi yang selama ini banyak terdapat tambang liar di pedalaman Aceh Barat adalah Kecamatan Pante Ceureumen, Panton Reu, dan Sungaimas.

Kapolres Aceh Barat melalui Kasat Reskrim AKP Fitriadi menambahkan, dua beko yang juga diamankan di tambang emas liar di pedalaman Kecamatan Pante Ceureumen Aceh Barat pada 8 Februari lalu hingga kini masih dalam pengusutan polisi.

Sejumlah orang yang dilaporkan sebagai penyewa beko itu malah melarikan diri dan hingga kini masih diburu polisi.

Dikatakan, dua beko yang diamankan dari tambang emas liar itu kini dijadikan sebagai barang bukti (BB). Masih diamankan di Mapolsek Pante Ceureumen. “Kasusnya masih terus kita dalami,” katanya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Fitriadi, pemilik beko sudah diperiksa polisi. Ia mengaku bahwa operasional beko itu didasari atas surat perjanjian antara penyewa dengan pemilik. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa beko digunakan untuk pembersihan lahan. Namun, diduga telah disalahgunakan untuk kegiatan menambang emas secara ilegal oleh si penyewa. “Itu sebab, keterangan penyewa itu sangat kita butuhkan. Dua kali kita layangkan surat panggilan, tapi dia tidak hadir. Malah ketika kita ke rumahnya ia sudah melarikan diri. Kini penyewa masih kita cari,” ujar AKP Fitriadi.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved