Rp 38 Juta Donasi dari AAC 2 Diserahkan untuk Palestina

Pemutaran film religi Ayat-ayat Cinta (AAC) 2 oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bekerja sama Mitra Muda

Rp 38 Juta Donasi dari AAC 2 Diserahkan untuk Palestina
PANITIA pemutaran film AAC 2 di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, 2-4 Maret 2018 menyerahkan donasi untuk rakyat muslim Palestina Rp 37.891.000 dari penjualan tiket film tersebut. Penyerahan melalui Pengurus ACT Aceh ini berlangsung di Balai Kota Banda Aceh, Rabu (7/3).

BANDA ACEH - Pemutaran film religi Ayat-ayat Cinta (AAC) 2 oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bekerja sama Mitra Muda Mandiri dan Visindo Muslim Entertainment di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, 2-4 Maret 2018 menghasilkan donasi untuk rakyat muslim Palestina hampir Rp 38 juta tepatnya Rp 37.891.000. Acara ini bertema “Kegiatan Amal Peduli Palestina, Nonton Bareng Ayat-ayat Cinta 2”

Humas ACT Aceh, Rahmat Aulia mengatakan donasi yang dipotong dari setiap penjualan tiket AAC 2 ini diserahkan panitia melalui Kepala Cabang ACT Aceh, Husaini Ismail di Balai Kota Banda Aceh, Rabu (7/3). “Nantinya donasi ini akan diteruskan ke saudara-saudara kita di Palestina,” kata Rahmat lewat siaran pers kepada Serambi kemarin.

Menurut Rahmat, acara amal melalui nonton bareng ini berhasil menyedot perhatian warga Banda Aceh dan sekitarnya. Terbukti, sekitar 7.000 penonton memadati Gedung Taman Budaya untuk menonton film yang diangkat dari novel karangan, Habiburrahman El-Shirazy ini. Harga tiket Rp 25 ribu per orang untuk pembelian minimal empat orang dan Rp 30 ribu untuk pembelian di bawah empat orang. “Setiap yang membeli tiket, secara tidak langsung mereka telah membantu rakyat yang ada di Palestina karena harga tiket itu dipotong untuk donasi,” ujar Rahmat.

Rahmat menyebutkan mayoritas penonton film ini remaja putri. Namun, ada juga beberapa orang tua yang turut membawa anak-anaknya. Puncak padatnya penonton Minggu siang. Sebulan sebelum pemutaran film, panitia sudah menjual tiket di beberapa titik, termasuk membuka tiket box di beberapa warung kopi, kafe, dan tempat lainnya.

Direktur Visindo Muslim Entertainment, Deni Faelani selaku promotor acara ini mengatakan tujuan menghadirkan film yang belum diputar bebas, kecuali di bioskop ini untuk hiburan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang rasa peduli terhadap sesama. Secara terpisah, Direktur Mitra Muda Mandiri Muhammad Balia selaku even organizer mengatakan meski di Aceh belum ada bioskop, namun tidak menjadi halangan untuk pemutaran film ini sesuai pemberlakuan syariat Islam di Aceh dengan memisahkan penonton pria dan wanita. Wanita di tingkat bawah dan lelaki di tingkat atas. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help