Win Wan Nur Luncurkan Novel "Romansa Gayo dan Bordeaux"

Mengiringi peluncuran novel setebal 500 halaman itu, digelar diskusi dengan pembicara Nezar Patria, Azmi Abubakar dan Fikar W.Eda.

Win Wan Nur Luncurkan Novel
ist
Para pembicara diskusi novel. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Win Wan Nur, mantan aktivis dan jurnalis berdarah Gayo, meluncurkan novel berjudul "Romansa Gayo dan Bordeaux" di Fakultas Kopi, Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

Mengiringi peluncuran novel setebal 500 halaman itu, digelar diskusi dengan pembicara Nezar Patria, Azmi Abubakar dan Fikar W.Eda.

Nezar yang juga pemimpin redaksi koran berbahasa Inggris, The Jakarta Post, menyebut novel tetsebut sebagai sesuatu yang menarik dan penting, karena mengangkat tema-tema besar dan berani.

"Antara lain membantah pandangan barat terhadap Islam, tapi justru tidak menggunakan dalil kitab suci," ujar Nezar yang baru saja meluncurkan biografi bankir internasional berdarah Aceh, Adnan Ganto.

"Pembelaa tokoh utama Win terhadap Islam sangat logis dan unik," kata Nezar.
Nezar menyebut, membaca novel itu
seperti membaca transkrip diskusi dengan tema-tema beragam; reflektif dan bahkan subversif.

Hanya saja Nezar menambahkan, novel itu akan lebih menarik apabila narasi gagasan diminculkan melalui tokoh-tokohnya.

Azmi Abubakar, merasa takjub denhan terbitnya novel itu, yang dinilainya sebagai sesuatu yang luar biasa. "Ini kejutan dari seorang Win Wan Nur," kata Azmi yang saat ini sukses mengelola perpustakaan Tionghoa.
"Saya makin takjub saat menemukan bahwa novel ini juga membahas tentang relasi puncak cinta antara pria dan wanita," lanjit Azmi.

Win Wan Nur yang pernah menjadi perwakilan jurnalis asing di Aceh dalam masa konflik, butuh waktu 15 tahin menyelesaikan novel yang diterbitkan Mahara Publishing itu.

Novel tersebut diawali dari percakapan dua insan di Sabang, yang dia sebut sebagai titik nol perdamaian.

Menyemarakkan peluncuran novel juga digelar pertunjukan seni dari Sanggar Pegayon Jakarta. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help