BB Pelanggaran Syariat akan Disimpan di Rupbasan

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr Munawar A Jalil MA bersama sejumlah pejabat di jajaranya, Jumat (9/3), beraudiensi

BB Pelanggaran Syariat  akan Disimpan di Rupbasan
Kepala Dinas Syariat Islam Pidie, Drs Tgk Mukhtar Ahmad, memperlihatkan buku, cd serta lembaran berisi pedangkalan aqidah dan pemurtadan di ruang kerjanya Dinas Syariat Islam Pidie, Senin (26/1). SERAMBI/M NAZAR 

BANDA ACEH - Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr Munawar A Jalil MA bersama sejumlah pejabat di jajaranya, Jumat (9/3), beraudiensi ke Kanwil Kemenkumham Aceh, Banda Aceh. Dalam pertemuan itu dibicarakan beberapa hal, termasuk disepakati soal tempat penyimpanan barang bukti (BB) sitaan atas pelanggaran syariat Islam, kecuali emas dan uang akan disimpan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) jajaran Kemenkumham Aceh.

Munawar menjelaskan merujuk Pasal 23 Ayat 1 dan 2 Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat, bahwa benda sitaan selain uang dan emas disimpan di rumah penyimpanan benda sitaan Negara (Rubasan) Kementerian Hukum dan HAM Aceh. Dalam pertemuan itu para pejabat DSI Aceh itu diterima Kakanwil Kemenkumham Aceh, A Yuspahruddin.

A Yuspahruddin menyambut baik program kerja sama yang digagas DSI Aceh itu, terutama dalam penguatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh, termasuk ia sepakat soal barang sitaan dari hasil pelanggaran syariat Islam dititip di Rupbasan jajaran Kemenkumham Aceh.

A Yuspahruddin menambahkan dukungan Pemerintah Aceh terhadap penerapan Syariat Islam sangat luar biasa, karena itu dia juga ikut senang. “Kami siap melaksanakan tugas yang diberikan kepada kami untuk pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” ujar A Yusparuddin. (rel/mis)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved