Hari Ini, BI Layani Penukaran Uang Baru di Aceh Selatan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh melakukan kegiatan layanan kas keliling di Aceh Selatan yaitu di kota Tapaktuan dan kota Fajar

Hari Ini, BI Layani Penukaran  Uang Baru di Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Warga Simeulue menukarkan uang baru di mobil milik Bank Indonesia (BI), Kamis (27/4/2017), di kawasan Pajak Inpres Suka Karya, Sinabang. 

BANDA ACEH - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh melakukan kegiatan layanan kas keliling di Aceh Selatan yaitu di kota Tapaktuan dan kota Fajar, mulai hari ini, Sabtu (10/3) dan Minggu (11/3). Pelayanan yang menggunakan mobil kas tersebut menyediakan uang terbitan baru, yaitu Tahun Emisi 2016 atau yang biasa disebut dengan uang NKRI, kecuali untuk pecahan uang kertas Rp 1.000.

Informasi ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis kepada Serambi, Jumat (9/3). Ia menyebutkan dalam layanan tersebut pihaknya menyediakan uangrupiah kertas mulai dari pecahan Rp 100.000 hingga uang logam pecahan Rp 1.000 dan Rp 500. “Target utama yang disasar adalah masyarakat kecil dan pedagang,” ujarnya.

Sementara untuk lokasi kegiatan layanan kas keliling ini yaitu pada Sabtu (10/3), pukul 9.30- 13.00 WIB berlokasi di Pasar Pajak Lampriet Kota Tapak Tuan, dan Minggu (11/3) pukul 09.00- 12.00 WIB berlokasi di Pasar Kota Fajar.

Zainal Arifin Lubis mengatakan selain melayani masyarakat, Tim BI juga melayani penukaran kepada perbankan di wilayah setempat, sesuai dengan kebutuhan uang rupiah yang diperlukan oleh perbankan. Melalui kegiatan kas keliling ini diharapkan akan memperlancar peredaran uang dari dua sisi, yaitu untuk mempercepat distribusi uang layak edar, dan di sisi lain dapatmenyerap uang tidak layak edar dari masyarakat.

Ia menambahkan kegiatan kas keliling ini merupakan bagian dari kebijakan BI untuk menjaga tersedianya uang bersih (clean money policy) di masyarakat. BI akan berupaya agar masyarakat senantiasa dapat memiliki uang rupiah yang layak edar dan dalam pecahan yang dibutuhkan, tidak hanya pada saat-saat tertentu saja seperti lebaran.

Namun tentunya untuk mewujudkan hal ini BI memerlukan kerjasama dari Perbankan, sebagai institusi yang terlibat dalam layanan penukaran uang rupiah di Indonesia sebagaimana yang telah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Pihaknya menghimbau agar Perbankan juga dapat memberikan layanan penukaran yang optimal terhadap masyarakat. Selain itu dalam kesempatan ini BI juga menghimbau masyarakat agar saat menerima uang rupiah tidak hanya melakukan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), namun juga dilanjutkan dengan 3K, yaitu Ku dapat, Ku simpan, dan Ku sayang. “Hindari perbuatan yang dapat membuat uang cepat rusak, seperti dilipat, diremas, di-staples atau hekter, serta meletakkannya di tempat yang basah,” demikian Zainal Arifin Lubis. (una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help