Wakaf Baitul Asyi

Ketua Lembaga Wakaf NU Minta Pemerintah Pusat Jangan Ganggu Wakaf Aceh di Mekkah

Pemerintah pusat melalui BPKH jangan coba-coba mengutak-atik tanah wakaf orang Aceh yang diberikan oleh Habib Bugak Al Asyi

Ketua Lembaga Wakaf NU Minta Pemerintah Pusat Jangan Ganggu Wakaf Aceh di Mekkah
Kolase Serambinews.com/ist
Elaf Al Mashaer dan Ramada, dua hotel yang berdiri di atas tanah wakaf ulama asal Aceh, Habib Bugak Al-Asyi, di dekat Masjidil Haram, Mekkah. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) NU Aceh, Tgk. Muhammad Yasir, MA  menolak tegas wacana Badan Pengelolan Keuangan Haji (BPKH) RI, untuk dapat mengelola tanah wakaf Habib Bugak di Makkah, Saudi Arabia.

“Pemerintah pusat melalui BPKH jangan coba-coba mengutak-atik tanah wakaf orang Aceh yang diberikan oleh Habib Bugak Al Asyi. Jika memang ingin berinvestasi, silakan cari dan bekerja sama dengan pihak lain, yang bisa mendatangkan keuntungan jangan mengganggu wakaf Habib Bugak,” kata Tgk Muhammad Yasir yang juga Pembantu Ketua III STIS NU Aceh, melalui siaran pers kepada Serambinews.com, Ahad (11/3/2018).

(Baca: Komandan Al-Asyi Kecam Rencana Pemerintah Pusat Kelola Tanah Wakaf Aceh di Mekkah)

(Baca: Haji Uma Berharap Tanah Waqaf Rakyat Aceh Tetap Dikelola Pemerintah Arab Saudi)

Tgk Yasir menambahkan biarlah urusan Aceh dinikmati oleh rakyat Aceh.

Pemerintah pusat tidak perlu ikut campur dan mulai mencari-cari celah, agar dana yang diterima langsung manfaatnya oleh masyarakat Aceh ini dapat mereka kelola.

“Harta wakaf biarlah dikelola sesuai dengan perjanjian awal, bahwa tanah wakaf tersebut hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Aceh yang melaksanakan ibadah haji. Tanah wakaf Habib Bugak juga kepada anak cucu Aceh, bukan ke seluruh rakyat Indonesia,” ujar Tgk Yasir.

(Baca: Rencana Pengelolaan Tanah Wakaf Aceh Oleh Pusat, Asrizal: Sudah Cukup Aceh Bantu Indonesia)

(Baca: Wakaf Pesawat untuk Aceh)

Diberitakan sebelumnya, pihak Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk bertemu dengan Islamic Development Bank (IDB) dan beberapa investor.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help