Setelah Pelantikan 2.165 Anggota PPS di Pidie, Terungkap 25 Desa Tak Ada Pendaftar

Ia mengatakan, bagi desa yang belum adanya pendaftar anggota PPS, KIP Pidie akan membuka kembali pendaftaran.

Setelah Pelantikan 2.165 Anggota PPS di Pidie, Terungkap 25 Desa Tak Ada Pendaftar
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Anggota PPS Pidie menunggu proses pelantikan di GOR Alun-alun Sigli, Minggu (11/3/2018). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie melantik 2.165 anggota panitia pemungutan suara (PPS) untuk Pemilu 2019 mendatang, Minggu (11/3/2018).

Pelantikan berlangsung di di GOR Alun-alun Sigli, Minggu (11/3/2018).

Namun, setelah pelantikan itu terungkap bahwa anggota PPS yang direkrut belum memenuhi kuota yang dibutuhkan.

Dari 730 desa di Pidie, tercatat 25 desa yang tidak ada pendaftar sama sekali.

"25 desa di Pidie belum ada pendaftar anggota PPS. Tapi, saya tidak ingat nama desa tersebut," kata Ketua KIP Pidie, Ridwan SPd kepada Serambinews.com, Minggu (11/3/2018), di sela-sela pelantikan tersebut.

(Baca: Gagal di Pemilu Sebelumnya, Agus Yudhoyono Ungkap Tiga Penyebab Ini)

(Baca: Muncul Poros Ketiga untuk Pilpres 2019, Singapura Sambut Jenderal Gatot seperti Panglima TNI)

(Baca: Tank M113 Sudah Terbukti Tangguh di Medan Perang, Namun Punya Syarat Agar Tak Tenggelam)

Ia mengatakan, bagi desa yang belum adanya pendaftar anggota PPS, KIP Pidie akan membuka kembali pendaftaran.

Kepada anggota PPS yang sudah dilantik, Ridwan meminta bekerja serius dalam menyukseskan Pemilu 2019.

"Jangan main-main bertugas sebagai PPS. Anggota PPS digaji, maka harus siap bekerja dalam kondisi apapun nanti," tegas Ridwan.

"KPU mengeluarkan dana untuk membayar gaji anggota PPS setiap bulan sekitar empat milliar di Pidie. Untuk itu, PPS bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sesuai sumpah yang dilakukan saat pelantikan," katanya.

Ia menambahkan, setiap anggota PPS tidak dibenarkan berstatus suami istri dalam bertugas sebagai penyelenggara pemilu. PPS dituntut bekerja secara independen.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help