Wakaf Baitul Asyi

Dosen Unsyiah: Kalau Mau Investasi, BPKH Beli Saja Tanah Lain di Arab Saudi, Tidak di Baitul Asyi

“Kalau tanah itu (Baitul Asyi) yang menjadi targetnya sudah tidak mungkin lagi, karena tanah itu sudah dikelola dengan baik dan sudah ada hasilnya."

Dosen Unsyiah: Kalau Mau Investasi, BPKH Beli Saja Tanah Lain di Arab Saudi, Tidak di Baitul Asyi
Kolase Serambinews.com/ist
Elaf Al Mashaer dan Ramada, dua hotel yang berdiri di atas tanah wakaf ulama asal Aceh, Habib Bugak Al-Asyi, di dekat Masjidil Haram, Mekkah. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dosen hukum adat dan Islam Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Dr M Adli Abdullah SH MCL mengatakan, rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia untuk mengelola tanah wakaf Aceh di Mekkah, Arab Saudi sudah tidak memungkinkan lagi.

Sebab saat ini, tanah itu sudah terkelola dengan baik. Hal itu disampaikan Adli Abdullah dalam talkshow Cakrawala Radio Serambi FM, Senin (12/3/2018).

Talkshow itu membahas Salam Harian Serambi Indonesia “Terhadap Aceh, Indonesia Janganlah Terlalu Tamak”. Talkshow itu menghadirkan Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika sebagai narasumber internal, serta dipandu Nico Firza sebagai host.

(Baca: Komandan Al-Asyi Kecam Rencana Pemerintah Pusat Kelola Tanah Wakaf Aceh di Mekkah)

(Baca: Rencana Pengelolaan Tanah Wakaf Aceh Oleh Pusat, Asrizal: Sudah Cukup Aceh Bantu Indonesia)

(Baca: Dulu Pemerintah Orde Baru Pernah Gagal Saat Mau Ambil Alih Harta Wakaf Aceh di Mekkah, Ini Sebabnya)

Adli mengatakan, bahwa BPKH RI sebenarnya hanya ingin menginvestasikan dana haji, oke, tapi salah lokasi. Karena ada informasi yang salah diterima oleh BPKH, sebab mereka tidak mengetahui jika tanah Aceh di dekat Masjidil Haram sudah terinvestasi dengan baik.

“Kalau tanah itu (Baitul Asyi) yang menjadi targetnya sudah tidak mungkin lagi, karena tanah itu sudah dikelola dengan baik dan hasilnya sudah didapatkan oleh penerima manfaat (jamaah haji Aceh), sesuai dengan pesan pewakaf,” ujar M Adli Abdullah.

(Baca: Berkat Drone, Pria Miskin Ini Bisa Terbang Ke Mekkah Untuk Berhaji, Begini Kisahnya!)

(Baca: Pemuda Indonesia yang Jalan Kaki Naik Haji Sudah Tiba di Mekkah)

Menurut Adli, sebagai lembaga baru pengelola dana haji, BPKH sah-sah saja mencari peluang investasi dengan dana haji. Tapi, untuk saat ini tidak dengan mengelola tanah wakaf Aceh, karena tanah wakaf itu sudah terkelola dengan baik.

"Mungkin mereka bisa beli tanah lain aja di Arab Saudi untuk investasi," demikian Adli Abdullah.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help