Turki Menggelar Pameran Kitab Arab

SEJAK 2 hingga 11 Maret 2018 Turki menggelar Pameran Kitab-kitab Arab (Arapca Kitap ve Kultur) yang dipusatkan

Turki Menggelar Pameran Kitab Arab
DR ABIZAL MUHAMMAD YATI MA

OLEH DR ABIZAL MUHAMMAD YATI MA, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Istanbul, Turki

SEJAK 2 hingga 11 Maret 2018 Turki menggelar Pameran Kitab-kitab Arab (Arapca Kitap ve Kultur) yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Uskudar Istanbul, dengan tema “Kitab Arab dan Kebudayaan Islam”.

Pameran buku ini diikuti penerbit-penerbit kitab Arab ternama dari berbagai negara, seperti Darul Kutub Ilmiah Libanon, Maktabah Al-Qahirah Mesir, Majalah Kuwaitiyah Kuwait, dan lain-lain. Ribuan kitab turast (klasik) dan modern dihadirkan di stan-stan setiap penerbit yang cukup menarik perhatian pengunjung.

Tujuan pameran kitab ini adalah untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat Turki kepada bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman. Turki yang pernah memimpin dunia Islam dulu pada masa kekhalifahan Turki Usmani telah berjaya mengembangkan ilmu-ilmu keislaman, bahasa Arab, dan penerbitan buku-buku Islam. Namun, semua ini menjadi padam setelah runtuhnya Turki Usmani dan Turki dikendalikan oleh kaum sekuler. Rezim ini melarang pengajaran bahasa Arab di sekolah-sekolah dan universitas, azan tak boleh dikumandangkan dengan bahasa Arab, dihentikan penerbitan dan pendistribusian buku-buku Islam.

Saat ini kaum sekuler sudah tak lagi berkuasa, Turki berada di bawah kendali umat Islam, telah mampu menunjukkan keberhasilan yang sangat luar biasa dari berbagai bidang. Islam tidak lagi bagian yang termarginalkan di Turki, sekolah dan universitas Islam telah tumbuh pesat kembali, dibuka pintu selebar-lebarnya untuk mengembangkan bahasa Arab dan keilmuan Islam, dan pengajaran dan penghafalan Alquran digalakkan di setiap tingkat pendidikan.

Wali Kota Uskudar turut hadir untuk membuka acara Pameran Kitab Arab tersebut. Dalam sambutannya, ia harapkan pameran buku ini akan mengembangkan keilmuan Islam, membangkitkan minat para ilmuwan Islam untuk menulis dan mendorong para penerbit untuk menerbitkan karya-karya umat Islam dari berbagai belahan dunia sebagai media penyebaran dakwah.

Ia juga menambahkan, banyak tantangan Islam terutama di Turki terdapat serangan-serangan dari pihak yang tidak senang dengan kemajuan Islam di Turki, sementara perpecahan umat Islam saat ini yang memerlukan pemersatu umat Islam. Diharapkan dengan pameran kitab Arab ini dapat menjadi media terhadap persatuan umat di mana pun berada.

Dalam pameran ini juga dilaksanakan seminar tentang perkembangan Islam di Turki dan belahan negara Islam lainnya dari dulu hingga kini. Kami turut hadir dengan dua orang teman lainnya mewakili utusan Indonesia yang juga diberi kesempatan menyampaikan materi terkait perkembangan Islam di Indonesia khususnya di Aceh.

Pemateri dari negara lain hadir, antara lain, dari Syiria, Alzajair, Tunisia, Maroko, Sudan, Azarbaijan, Nigeria , dan lainnya. Salah satu pemateri dari Syiria mengungkapkan bahwa Turki telah berperan banyak dalam dunia Islam dari dulu hingga kini, baik dari segi pengembagan keilmuan Islam maupun dalam membantu negara-negara muslim lain, salah satu yang paling besar yang ditunjukkan Pemerintah Turki terhadap dunia Islam saat ini di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan adalah menampung ratusan ribu rakyat Syiria dan memenuhi berbagai keperluan mereka ketika Syiria dilanda krisis besar. Tidak ada yang mendorong ini kecuali persaudaraan Islam, tidak ada yang berani melakukan hal ini kecuali Turki.

Turki menjadi pintu untuk menerima umat Islam yang tertindas, semenjak Khalifah Usmani memang sudah konsen mengutamakan kepentingan Islam. Banyak pihak mengharapkan kehancuran Turki supaya umat Islam tidak ada yang membela.

Dalam seminar tersebut para delegasi negara Islam merekomendasikan kepada semua pempimpin dunia Islam untuk menunujukkan kewibawaan pada dunia internasional untuk tidak mudah dipengaruhi oleh pihak asing, mementingkan Islam dan persatuan umat, serta menghindari terjadinya hal hal-hal yang dapat memicu benih perpecahan. Sangat diharapkan agar umat Islam bersatu agar kejayaan Islam pada masa lalu tidak hanya sekadar catatan sejarah yang menjadi kenangan, namun bagaimana kejayaan Islam masa lalu tersebut dalam terwujud kembali dalam dunia nyata saat ini.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved