Baitul Mal Lapor Calo Rumah Bantuan ke Polisi

Baitul Mal Aceh (BMA) akhirnya melaporkan kasus calo rumah yang mengatasnamakan lembaga tersebut kepada pihak

Baitul Mal Lapor Calo Rumah Bantuan ke Polisi
IST
Penyaluran santunan oleh Baitul Mal Aceh 

BANDA ACEH - Baitul Mal Aceh (BMA) akhirnya melaporkan kasus calo rumah yang mengatasnamakan lembaga tersebut kepada pihak kepolisian. Tindakan itu diambil BMA mengingat semakin banyak oknum yang telah mencemarkan nama baik Baitul Mal Aceh, dengan meminta uang kepada kontraktor atau pihak ketiga. Laporan kasus itu dilayangkan kepada Polda Aceh pada 6 Maret 2018 dengan nomor 451.5/529.

Pengaduan tersebut dibuat agar pihak kepolisian dapat mendalami kasus itu dan menyurati kapolres-kapolres seluruh Aceh sebagai bentuk antisipasi. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Baitul Mal Aceh, Zamzami Abdulrani SSos, di Banda Aceh, Senin (12/3).

“Peristiwa pencatutan nama Baitul Mal ini sudah sangat meresahkan. Kami harus melaporkan kasus ini ke pihak berwajib agar tidak jatuh korban di kemudian hari,” katanya.

Menurut Zamzami, kasus penipuan tersebut sudah merambah ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Disebutkan, BMA sedikitnya sudah menerima laporan dari Baitul Mal Simeulue, AcehTamiang, Pidie Jaya, dan Aceh Selatan terkait adanya oknum yang bertindak sebagai calo yang mengatasnamakan lembaga zakat itu.

Zamzami menyebutkan satu contoh kasus, di mana seorang rekanan asal Simeulue yang tak mau disebut namanya, menanyakan ke Baitul Mal Aceh tentang penetapan perusahaan yang memenangi proyek pembangunan rumah Baitul Mal Aceh. Oknum yang mengatasnamakan Baitul Mal itu meminta 10-30 persen uang muka kepadanya. “Modus penipuannya, oknum itu membuat surat palsu Baitul Mal Aceh yang berisi daftar pemenang proyek,” jelasnya.

Kepada pihak rekanan, lanjut Zamzami, oknum tersebut mengirimkan foto surat melalui pesan WhatsApp (WA) yang berstempel Baitul Mal Aceh dan ditandatangani Kepala Sekretariat Baitul Mal ‘palsu’ yang bernama Drs Kardi. “Padahal, jangankan pemenang tender, dana pembangunan pun masih dalam tahap pengusulan ke pihak Dewan Pertimbangan Syariah (DPS) Baitul Mal Aceh. Kami sangat prihatin terhadap kondisi ini,” ujarnya.

Mantan wakil bupati Aceh Jaya itu berharap pihak berwajib dapat mengusut dalang penipuan terhadap masyarakat itu. Selain itu, tambah Zamzami, pihaknya mengimbau masyarakat dan rekanan agar sangat berhati-hati, dengan mengabaikan oknum yang mencoba meminta uang serta melaporkannya ke polisi. “Syukurlah beberapa rekanan mengonfirmasi ke Baitul Mal Aceh terlebih dulu tentang kebenaran informasi yang mereka terima, sehingga mereka tidak menjadi korban karena langsung mengabaikannya,” demikian Zamzami. (fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help