Bantuan Traktor Diduga Dipungli

Bantuan satu unit hand traktor (jontor) di Desa Paya Timu, Kecamatan Peudada, Bireuen diduga telah terjadi

Bantuan Traktor Diduga Dipungli
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

* Oknum Penyalur Disebutkan Minta Rp 14 Juta

BIREUEN - Bantuan satu unit hand traktor (jontor) di Desa Paya Timu, Kecamatan Peudada, Bireuen diduga telah terjadi pengutipan liar (pungli) sebesar Rp 14 juta yang dilakukan oknum penyalurkan bantuan tersebut.

Pantauan Serambi, Senin (12/3), satu unit hand traktor bantuan untuk kelompok tani merk Yanmar TS105ML itu belum dipakai, tetapi masih disimpan di gudang di bawah sebuah balai dalam komplek meunasah desa setempat. Pada bagian body atas traktor bantuan tersebut masih ada label bertuliskan ‘Bantuan Alsintan APBN 2017, Satker Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov Aceh’. Alasan mengapa traktor tangan itu belum juga dimanfaatkan hingga sekarang, diduga karena ada masalah pungli tersebut.

Asnawi Daud, tokoh masyarakat Desa Paya Timu, Kecamatan Peudada kepada Serambi, Senin (12/3), mengatakan, traktor tangan bantuan akhir tahun 2017 itu diantar seseorang yang merupakan pengurus organisasi tim pemenangan bupati terpilih pada Pilkada Bireuen 2017. Hanya saja, sebutnya, pemberian bantuan tersebut turut diwarnai dengan persyaratan tertentu.

“Jika tidak ada uang sebesar yang diminta Rp 14 juta, traktor bantuan itu katanya akan dialihkan ke kelompok tani di desa lain. sebab itu, kepala desa diduga telah memberikan uang desa sejumlah yang diminta penyalur bantuan,” ungkap Asnawi yang juga mantan kades setempat.

Pungutan sebesar itu, sebut Asnawi, terasa aneh dan memberatkan, mengingat harga pasaran traktor tangan tersebut hanya sekitar Rp 28 juta. “Sementara uang tebus atau pungli yang diminta Rp 14 juta. Itu artinya, pungutan sudah mencapai setengah dari harga traktor alias 50 persen,” tukasnya.

Sementara itu, Keuchik Paya Timu, Bustami Ibrahim yang dihubungi Serambi melalui telepon selularnya membantah ada memberikan uang kepada seseorang yang mengurus bantuan traktor tangan tersebut. “Tidak, saya tidak ada memberikan uang, coba tanya sama perangkat desa lainnya,” tegasnya.

Perangkat Desa Paya Timu lainnya yang dikonfirmasi Serambi mengaku kurang tahu soal ada tidaknya pemberian uang desa kepada seseorang yang dilakukan kepala desa. “Coba tanya sama mantan bendahara gampong Yusrizal, sekarang bendahara sudah ganti,” sarannya.

Yusrizal selaku mantan bendahara Desa Paya Timu yang dihubungi Serambi secara terpisah, terkesan tersendat saat ditanya apakah ada mengeluarkan uang untuk dibayarkan kepada seseorang terkait bantuan traktor tersebut. Anehnya, meski membantah soal itu, dia malah meminta Serambi untuk menanyakan kembali kepada Keuchik Bustami. “Coba tanya sama pak keuchik, karena keuchik yang lebih tahu,” kilahnya. Hanya saja, sejumlah warga setempat menyatakan mereka yakin ada pemberian uang yang diambil dari kas desa untuk diberikan kepada orang terkait bantuan tersebut.(c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help