Kuota Haji Aceh 4.393 Orang

Kuota haji Aceh untuk musim haji 2018 tetap sama dengan 2017 sebanyak 4.393 orang

Kuota Haji Aceh 4.393 Orang
Daily Sabah/AFP Photo

MEULABOH - Kuota haji Aceh untuk musim haji 2018 tetap sama dengan 2017 sebanyak 4.393 orang. Jumlah itu sudah ditetapkan oleh Menteri Agama RI, belum lama ini.

“Jumlah (kuota haji Aceh) tetap sama seperti tahun lalu (4.393 orang) seperti sudah ditetapkan Menteri Agama,” kata Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh menjawab Serambi di Meulaboh, Minggu (11/3) tentang kemungkinan bertambah tidaknya kuota haji Aceh tahun ini.

Menurut Daud Pakeh, pada musim haji 2018 tidak ada penambahan kuota karena lebih fokus pada perbaikan pelayanan untuk jamaah. Daftar tunggu masih tetap sama, hingga 25 tahun.

Dalam lawatannya ke Aceh Barat, Kakanwil Kemenag Aceh pada Sabtu (11/3) sore melakukan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Aceh Barat di Hotel Meuligoe Meulaboh. Kakanwil Kemenag Aceh meminta ASN Kemenag terus melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik, integritas, dan loyalitas, serta program direktif menteri agama.

Daud Pakeh juga membuka Perkemahan Pramuka Madrasah Kemenag Aceh Barat 2018 yang dipusatkan di Madrasah Terpadu Suak Timah, Samatiga, Aceh Barat.

Kakanwil Kemenag Aceh juga bersilaturahmi dengan Pemkab Aceh Barat di pendapa bupati disambut Wakil Bupati, H Banta Puteh Syam. Pada pertemuan itu dibahas rencana peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Aceh tahun 2018.

Di Aceh Barat, Kakanwil Kemenag Aceh juga meresmikan Kantor Urusan Agama (KUA) Panton Reu, Sabtu (10/3). Pada kesempatan itu Daud Pakeh antara lain menjelaskan tentang standar pelayanan yang diterapkan di KUA terutama dalam prosesi pernikahan di kantor.

“Dengan adanya regulasi baru nikah di kantor (KUA) dengan biaya Rp 0 diharapkan bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh masyarakat,” kata Kakanwil Kemenag Aceh.

Peresmian KUA Panton Reue turut dihadiri Kakankemenag Aceh Barat, Khairul Azhar SAg dan muspika setempat. “KUA mempunyai standar SDM yang kompeten dan profesional dan standarisasi proses pelayanan nikah yang tidak berbelit-belit dan memanfaatkan teknologi informasi, seperti pendaftaran nikah online,” kata Daud Pakeh.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help