Transaksi Gadai Meningkat

Transaksi gadai di Banda Aceh dan Aceh Besar dilaporkan meningkat, hingga 11 Maret tercatat jumlah pembiayaan

Transaksi Gadai Meningkat

BANDA ACEH - Transaksi gadai di Banda Aceh dan Aceh Besar dilaporkan meningkat, hingga 11 Maret tercatat jumlah pembiayaan yang diberikan mencapai Rp 450 miliar. Peningkatan transaksi gadai ini juga disebabkan karena kenaikan harga emas, hingga saat ini harga “si kuning” masih fluktuatif sehingga masyarakat lebih dominan menggadaikan emasnya untuk berbagai keperluan.

Asisten Manajer Penjualan PT Pegadaian Area Aceh, Fauzi Gazali SE menyampaikan hal ini kepada Serambi, Senin (12/3). “Kenaikan harga emas sangat menopang bisnis di Pegadaian, akhir tahun 2017 hingga triwulan I 2018 jumlah pembiayaannya meningkat. Pada Desember 2017 outstanding seluruh Aceh sebesar Rp 415 miliar, angka ini meningkat dibandingkan Desember 2016 Rp 397 miliar,” sebutnya.

Dikatakan, 90 persen dari pembiayaan tersebut merupakan produk gadai produktif maupun konsumtif. Sementara 10 persen lagi adalah non gadai seperti pegadaian mikro dengan jaminan BPKB, pembiayaan pembelian kendaraan, investasi emas, dan pembiayaan porsi haji.

Fauzi menambahkan namun pada Januari 2018 jumlah pembiayaan sempat mengalami penurunan sebesar Rp 20 miliar, karena pencairan proyek yang terlambat sehingga sebagian konsumen banyak yang melakukan pelunasan atau tebus.

“Tapi pada Februari lalu naik lagi Rp 20 miliar sampai minggu kedua Maret ini jumlah pembiayaan mengalami kenaikan,” kata Fauzi.

Saat ini harga gadai emas di Pegadaian Rp 1.590.000/mayam. Menurut Fauzi, masyarakat yang menggadaikan emasnya bervariasi jumlahnya berdasarkan kebutuhan. Selain gadai emas, juga ada pinjaman usaha dengan jaminan BPKB.

Asisten Manajer Penjualan PT Pegadaian Area Aceh, Fauzi Gazali menambahkan pada April mendatang pihaknya akan melaunching atau meluncurkan aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS), dan agen penjualan. Menurutnya aplikasi PDS yang dapat didownload langsung di Play Store ini berguna untuk membooking antrian gadai di outlet-outlet Pegadaian. “Sehingga prosesnya nanti lebih cepat saat pelanggan datang ke Pegadaian, karena data-datanya sudah terlebih dahulu kami terima,” ujarnya.

Sementara terkait agen penjualan, Fauzi menjelaskan pihaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi agen penjualan Pegadaian, yaitu agen pemasaran, agen transaksi, dan agen terima gadai. “Persyaratannya bisa perorang atau badan usaha. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat langsung ke kantor Pegadaian,” demikian Fauzi Gazali. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help