Pjs Bupati Ultimatum PDAM dan Rekanan

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Pidie Jaya, H Kamaruddin Andalah MSi, mengultimatum Direktur Perusahaan

Pjs Bupati Ultimatum PDAM dan Rekanan
Tiga desa di bagian Hulu Aceh Tamiang, Desa Harum Sari, Wono Sari dan Bandar Setia dilaporkan mengalami kekeringan sehingga air bersih dipasok oleh BPBD dan PDAM Tirta Tamiang ke sejumlah rumah penduduk 

* Terkait Krisis Air dan Pembangunan Jembatan di Pangwa

MEUREUDU - Penjabat sementara (Pjs) Bupati Pidie Jaya, H Kamaruddin Andalah MSi, mengultimatum Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Krueng Meureudu, Ir Syamsulbahri agar segera menyelesaikan persoalan krisis air di Gampong Deah Pangwa akibat pembongkaran pipa distribusi di jembatan yang sedang diperbaiki.

Selain itu, PT Zarnita Abadi selaku rekanan pelaksana pembangunan kembali jembatan darurat yang diterjang banjir itu, juga didesak agar tidak menunda-nunda penyelesaian pekerjaan jembatan darurat Krueng Pangwa, yang menjadi sarana penting bagi warga setempat.

“Persoalan krisis air dan pembangunan jembatan ini harus segera diselesaikan, terserah bagaimana upaya yang harus dilakukan,” kata Kamaruddin Andalah, saat meninjau lokasi jembatan tersebut, Selasa (13/3).

Seperti diberitakan kemarin, sekitar seribuan warga pesisir di Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Tringgadeng, Pidie Jaya, mengeluhkan terhentinya suplai air PDAM ke perkampungan nelayan itu sejak dua minggu lalu. Sehingga warga menghadapi krisis air bersih dan terpaksa menggunakan air sumur yang sangat tidak layak konsumsi, karena bercampur air laut, berwarna kuning dan berbau, untuk kebutuhan rumah tangga.

Hal ini terjadi menyusul dibongkarnya jembatan Krueng Pangwa yang nyaris runtuh akibat gempa bumi akhir Desember 2016 lalu, oleh rekanan untuk pembangun kembali jembatan tersebut. Padahal di jembatan itu, terdapat pipa PDAM yang ikut dibongkar. Sehingga distribusi air terganggu.

Pemerintah dan rekanan termasuk pihak PDAM Tirta Krueng Meureudu pun, tidak memiliki inisiatif membangun jalur pipa alternatif sebelum dilakukannya pembongkaran jembatan, untuk mencegah terhentinya suplai air ke kawasan permukiman di seberang Krueng Pangwa. Dan selama dua minggu ini, hak pelanggan PDAM untuk mendapatkan air bersih pun diabaikan.

“Kami di Deah Pangwa ini sudah dua minggu kesulitan mendapatkan air bersih untuk mandi, cuci dan kakus (MCK), termasuk untuk memasak,” kata Keuchik Deah Pangwa, Munawir, Senin (12/3).

Selain masalah krisis air, persoalan lambannya pembangunan jembatan juga dikeluhkan warga yang sangat bergantung pada sarana tersebut dalam aktivitas sehari-hari. “Khususnya para pelajar dan santri yang belajar di Gampong Rhieng Krueng. Dimana setiap hari mereka harus menempuh jalan memutar yang jaraknya mencapai empat kilometer,” ujar Munawir.

Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu, Ir Syamsulbahri, mengungkapkan ia akan segera memerbaiki jaringan pipa distribusi air yang terputus itu dengan menyambung kembali pipa yang dibongkar, menggunakan dana Rp 15 juta yang diserahkan pihak rekanan kepadanya, kemarin.

Dalam berita sebelumnya, Razi Juliana dari PT Zarnita mengaku telah menyetor dana Rp 10 juta kepada pihak PDAM yang kemudian dibantah oleh Ir Syamsulbahri. Saat dikonfirmasi kembali, ternyata uang itu baru diserahkan kemarin oleh Razi Juliana, sebesar Rp 15 juta kepada Ir Syamsulbahri, sebagai kompensasi atas rusaknya jaringan pipa PDAM yang menjadi penyebab krisis air di Deah Pangwa.

“Dengan dana Rp 15 juta itu kami akan membeli pipa untuk menyambung kembali pipa yang dibongkar tersebut dalam beberapa hari ke depan. Pemasangan pipa yang melintasi sungai itu akan dilakukan dengan memancang tiang tersendiri, sehingga pemasangan pipa ini tidak harus menunggu selesainya pengerjaan jembatan. Diharapkan, dalam seminggu ini persoalan krisis air di Deah Pangwa akan segera teratasi,” ujar Syamsulbahri, tadi malam.(ag)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help