Tuntas, Pengukuran Tanah untuk Tol Aceh

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Aceh menyatakan, tanah untuk proyek jalan Tol Aceh

Tuntas, Pengukuran Tanah untuk Tol Aceh

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Aceh menyatakan, tanah untuk proyek jalan Tol Aceh dari Banda Aceh ke Sigli seluas 853 hektare (74,213 km) di 78 desa dalam sepuluh kecamatan di Aceh Besar dan Pidie, sudah selesai diukur.

“Saat ini kita sedang tunggu hasil verifikasi tanah dari Satker B untuk diumumkan kepada publik berisi daftar nama-nama pemilik tanahnya,” kata Kepala BPN Aceh, Nurul Bahri, kepada Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi, saat berkunjung ke Kantor BPN Aceh di Banda Aceh, Selasa (13/3).

Menurut Nurul Bahri, dalam pengadaan tanah untuk jalan tol pihaknya membentuk dua satuan tugas (satgas) yaitu Satgas A yang bertugas melakukan pengukuran tanah dan Satgas B yang bertugas menghimpun data dan memverifikasi tanah masyarakat yang terkena proyek jalur tol Banda Aceh-Sigli.

Hasil pengukuran yang sudah dilaksanakan Satgas A, sebutnya, sekitar 3.250 bidang tanah terkena jalur tol Banda Aceh-Sigli. “Kita perlu memverifikasi tanah yang hendak dibayar supaya status dan pemilik tanah yang akan dibayar lebih jelas,” ujarnya.

Selesai verifikasi, kata Nurul Bahri, dilanjutkan dengan pengumuman tanah yang terkena jalur tol kepada publik. Tujuannya, jika ada complain atau gugatan dari masyarakat mengenai status kepemilikan tanah yang diumumkan itu, proses penyelesaiannya lebih gampang karena tanah tersebut belum dibayar.

Warga yang complain saat status tanah diumumkan nanti, ia minta untuk menunjukkan bukti kepemilikan tanah tersebut. Tak cukup dengan pengakuan saja. Tapi harus dengan surat yang sah atau dokumen yang tingkat keabsahan dan kebenarannya cukup kuat.

Masa tenggang gugatan tanah, menurutnya, diberikan 14 hari kerja. Setelah 14 hari diumumkan, tapi tak ada yang complain, maka tanah yang tak ada sanggahan tersebut akan dimasukkan ke daftar tanah yang siap dibayar. Sedangkan untuk tanah yang di-complain, akan dilakukan verifikasi ulang terhadap keabsahan dokumen complain tersebut.

“Bila keabsahan bukti yang diperlihatkan cukup kuat, maka pembayaran uang tanahnya diberikan kepada pemilik yang sah,” ujar Nurul Bahri.

Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda Abda mengatakan, pengadaan tanah untuk Tol Aceh (ruas Banda Aceh-Sigli) harus terus berjalan dan tak boleh terhenti. “Kalau tahapannya terhenti, bisa berbahaya dan pembebasannya bisa macet. Kita tidak ingin pengadaan tanah jalan tol seperti kasus pembebasan tanah untuk lanjutan Jembatan Pango, Banda Aceh yang sudah satu periode kepemimpinan gubernur berakhir tak tuntas juga, sehingga anggarannya jadi Silpa dan mati,” katanya.

Sulaiman mengingatkan bahwa tahapan pembayaran merupakan tahapan yang rawan, terutama masalah penyediaan anggaran. Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), dan PT Hutama Karya saat memasuki tahapan pembayar, harus segera menyiapkan dana yang cukup, supaya pada waktu pembayaran, pelaksanaannya lancar.

PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Aceh Ruas Banda Aceh-Sigli, Alvi, yang dimintai keterangannya terkait waktu pembayaran dan penyediaan anggaran mengatakan, untuk mempercepat pembayaran tanah yang terkena jalan tol tersebut, diperlukan dukungan Gubernur dan DPRA meminta Kementerian PUPR dan LMAN dan BPJT untuk segera mengalokasikan dananya.

Luas tanah yang terkena ruas jalan tol Aceh itu, sebut Alvi, sekitar 853 hektare (Ha). Untuk pembebasannya butuh dana Rp 600 miliar-Rp 800 miliar. Jadwal pembayaran informasinya bergeser dari rencana awal pada bulan ini menjadi Mei mendatang. Pergeseran jadwal itu disebabkan tahapan verifikasi dan pengumuman pemilik tanah belum selesai serta Tim Independen Penilai Harga tanah belum menaksir dan menetapkan harga tanah per meter.

“Setelah tahapan itu selesai, barulah Kementerian PUPR, BPJT, LMAN, dan PT Hutama Karya, membuat MoU untuk pembayaran tanah yang terkena ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli,” pungkas Alvi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help