Gubernur: Batalkan Rekomendasi HGU PT CA

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf memerintahkan agar rekomendasi perpanjangan izin HGU milik PT Cemerlang Abadi

Gubernur: Batalkan Rekomendasi HGU PT CA
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH bersama tim verifikasi BPN-RI melihat salah satu titik lokasi area HGU PT Cemerlang Abadi yang selama ini tidak difungsikan dengan baik menggunakan kamera drone, Rabu (14/3) di Kecamatan Babahrot. SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA 

BLANGPIDIE - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf memerintahkan agar rekomendasi perpanjangan izin HGU milik PT Cemerlang Abadi (PT CA) di Abdya, segera dibatalkan. Selanjutnya, eks lahan PT CA yang ditelantarkan selama 30 tahun itu, dijadikan sawah untuk masyarakat miskin di Abdya.

Perintah itu dikemukakan Irwandi seusai rapat koordinasi (Rakor) dengan para bupati dan wali kota se-Aceh, kemarin di kantor Gubernur Aceh, menyikapi verifikasi yg dilakukan oleh tim BPN RI, serta unjuk rasa yg dilakukan oleh masyarakat Babahrot, Rabu (14/3). Gubernur meminta Sekda Aceh segera menyurati Menteri Agraria dan Tata Ruang, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, untuk memberitahukan persoalan itu.

“Kebijakan saya sudah cukup jelas dalam RPJM Gubernur terpilih. Semua HGU yang berakhir, tidak diperpanjang bila dapat dijadikan sawah. Ini untuk mendukung program Presiden RI tentang keamanan pangan,” kata Irwandi. Apalagi, katanya, lahan PT CA itu masuk dalam wilayah yg sudah dialiri oleh Irigasi Babahrot.

Menurut Irwandi, konflik masyarakat dengan PT CA sudah berlangsung puluhan tahun, dan sudah sangat menggganggu harmonisasi sosial di Abdya. Perlu lngkah-langkah konkret untuk menghilangkan sumber masalah dan mengembalikan harmonisasi yang sudah terganggu.

Karena itu, rekomendasi panitia B Provinsi Aceh yang dikeluarkan pada pemerintahan masa lalu, harus dicabut. Irwandi menilai, rekomendasi itu cacat hukum karena tidak berdasarkan fakta yang riil, dan kajian yang berpihak pada rakyat, bahkan tidak mempertimbangkan kepentingan nasional soal keamanan pangan.

“Tolong tulis, sekarang ini berlaku mazhab hana fi,” tambah Irwandi menyikapi isu janggal, termasuk soal isu dugaan suap menyuap dalam proses penyiapan dokumen perpanjangan PT CA tersebut. “Surat itu akan langsung saya tanda tangani,” tambahnya.

Sementara itu, tim verifikasi Kementrian Agraria Tata Ruang dan BPN-RI, Timor mengaku bahwa dari hasil kunjungannya ke sejumlah titik itu, banyak area HGU yang tidak terurus dan masih hutan.

“Saya diperintahkan untuk melihat dan memotret sejumlah titik area HGU PT CA ini, hasil ini kami laporkan ke Pak Mentri,” ujar tim verifikasi Kementerian Agraria dan BPN-RI, Timor saat melakukan peninjauan dan pemotretan area HGU PT CA, Rabu (14/3).

Manager PT CA Sutrisno mengaku akan mengklarifikasi seluruh persoalan yang dialamatkan pada pihaknya. “Iya, tapi kan ada beberapa tempat yang bagus dan kita siap klarifikasi semua,” ujar Sutrisno didampingi Direktur PT CA, Tanowidjaya di depan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH dan tim verifikasi BPN-RI.

Namun, saat bupati dan masyarakat menanyakan tentang dimana lokasi untuk plasma atau kelompok binaan, sayangnya pihak PT CA tidak mampu menjelaskan dimana lokasi plasma untuk masyarakat tersebut.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help