SerambiIndonesia/

Ekskavasi di Situs Lamuri, Arkeolog Temukan Keramik dan Tembikar Kuno Asal Vietnam & China

“Ketika ditemukan posisinya terbalik dan masih utuh. Keramik ini ditemukan pada kedalaman 50 cm di bawah tanah” sebutnya.

Ekskavasi di Situs Lamuri, Arkeolog Temukan Keramik dan Tembikar Kuno Asal Vietnam & China
IST
Peneliti asal Aceh dan Malaysia sedang melakukan ekskavasi di situs Lamuri, Desa Lamreh Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar, Kamis 15 Maret 2018 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim arkeolog dari Aceh dan Malaysia telah selesai melakukan penelitian dengan cara  ekskavasi atau penggalian di situs Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian kali  ini berlangsung sejak Sabtu (3/3/2018) hingga Kamis (15/3/2018).

Umumnya, temuan dari hasil penggalian adalah keramik dan tembikar dalam keadaan pecahan-pecahan kecil. Dari hasil analisis, artefak tersebut telah berumur lebih kurang 700 tahun lalu.

Arkeolog Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA, Sabtu (17/3/2018) kepada Serambinews.com mengatakan,  ekskavasi di situs Lamuri yang dilakukan oleh tim asal Aceh dan Malaysia telah selesai pada hari Kamis, 15 Maret 2018.  Salah satu temuan penting adalah mangkuk yang dibuat dari keramik. Dari hasil analisis diketahui keramik ini diproduksi dari Vietnam pada abad ke-14 dan 15 Masehi

“Ketika ditemukan posisinya terbalik dan masih utuh. Keramik ini ditemukan pada kedalaman 50 cm di bawah tanah” sebutnya.

Baca: Tim Arkealog Aceh dan Malaysia Temukan Ratusan Makam Kuno dan Keramik Peninggalan Kerajaan Lamuri

Baca: VIDEO: Ada Karang Laut di Bukit Lamuri, Ini Penjelasan Peneliti

Arkeolog Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA menunjukkan pondasi bangunan yang diduga masjid peninggalan kerajaan Islam di komplek proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017).
Arkeolog Aceh, Dr Husaini Ibrahim MA menunjukkan pondasi bangunan yang diduga masjid peninggalan kerajaan Islam di komplek proyek IPAL di kawasan Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (29/8/2017). (SERAMBI/HARI MAHARDHIKA)

Husaini Ibrahim selaku ketua tim ekskavasi menyebutkan bahwa selain keramik Vietnam, keramik China yang diproduksi pada masa Dinasti Song Selatan dan Yuan abad ke-13 Masehi juga dijumpai ketika penggalian. Kemudian, tembikar dari Asia Selatan juga dijumpai yang diduga berasal dari periode yang sama.

“Umumnya, keramik dan tembikar ditemukan dalam keadaan pecahan-pecahan kecil. Ada yang bisa direkonstruksi dan ada yang tidak bisa direkonstruksi bentuknya.” kata Husaini.

Menurutnya, Ini adalah temuan pertama keramik insitu dari situs Lamuri, barang kali juga di Aceh. Semua data dari hasil penggalian dapat dipertanggung jawabkan karena ini adalah ekskavasi berstandar internasional. Semua data direcord secara sistemasis.

“Kita selama ini hanya mengatakan bahwa Lamreh adalah pusat kerajaan Lamuri. Namun tidak memiliki bukti kuat. Kini kita menjumpai keramik insitu dari hasil penggalian yang menegaskan bahwa di Lamreh-lah pusat Kerajaan Lamuri. Pernyataan ini juga dipertegas oleh temuan ratusan batu nisan di situs ini yang diperkirakan milik raja-raja Lamuri” kata Husaini yang juga Dosen Sejarah FKIP Unsyiah.

Halaman
123
Penulis: faisal
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help