Munawar Liza Mundur dari PNA
Salah satu pendiri Partai Nanggroe Aceh (PNA), Munawar Liza Zainal, menyatakan mundur dari kepengurusan Dewan
BANDA ACEH - Salah satu pendiri Partai Nanggroe Aceh (PNA), Munawar Liza Zainal, menyatakan mundur dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Keputusan Munawar itu ditulis dalam selembar surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf, Senin (19/3).
Soft copy surat pernyataan mundur tersebut sempat beredar di sejumlah grup WhatsApp, Selasa (20/3). Munawar juga mengirim secara khusus surat pernyataan mundur itu kepada Serambi pagi kemarin. Surat ditandatangani langsung oleh Munawar Liza di atas materai tertanggal 19 Maret 2018.
“Dikarenakan ada beberapa kesibukan yang bersifat pribadi dan keluarga sehingga tidak dapat bekerja untuk partai dengan sempurna, maka dengan ini saya mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh,” tulis Munawar Liza.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader PNA atas amanah yang telah diberikan dan kepercayaan yang diembankan kepada saya dan terima kasih atas kerja samanya selama ini,” tutup Munawar Liza dalam suratnya.
Selama ini, dalam struktur PNA hasil mubes beberapa waktu lalu, Munawar Liza Zainal adalah salah satu anggota Mahkamah Partai DPP PNA. Anggota tim perunding GAM di Helsinki 12 tahun silam ini bisa disebut salah satu pengurus senior dalam tubuh PNA. Namanya juga sudah lama dikenal sebagai politisi kawakan.
Mundurnya Munawar Liza dari PNA memang sedikit menimbulkan tanda tanya, khususnya kalangan yang mengenali dirinya. Apalagi sosok Munawar Liza selama ini diketahui punya kedekatan khusus dengan Irwandi Yusuf dan dengan beberapa pentolan PNA lain.
Ditanyai Serambi apakah ada persoalan internal partai atau masalah lain, sehingga dia harus mundur? Munawar menepis hal tersebut dan menjawab singkat. “Memang hana watee, dari pada hanjeut takeurija maksimal, ta teubit mantong (Memang tidak ada waktu, dari pada tidak bisa kerja maksimal, kita keluar saja),” tulis Munawar Liza saat membalas pesan pertanyaan yang dikirim Serambi.
Lebih lanjut, mantan deputi Juru Bicara GAM di Swedia ini menjelaskan, tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik. Menurutnya partai tidak boleh main-main, jadi semua yang terlibat dalam partai politik, baik itu simpatisan, anggota, apalagi pengurus, harus bekerja keras untuk memenangkan partainya, baik untuk Pemilu Legislatif (Pileg), maupun Pemilu Presiden (Pilpres).
“Nah, dalam hal ini, saya pribadi tidak mempunyai niat untuk maju menjadi calon di level apapun. Setelah saya pikir-pikir, saya juga akan tidak bisa bekerja maksimal untuk pemenangan kawan-kawan, makanya saya memilih mundur dari partai, juga keterbatasan waktu yang saya miliki,” pungkas Munawar Liza Zainal.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PNA, Miswar Fuady yang dikonfirmasi Serambi mengaku telah membaca surat pengunduran diri yang diajukan oleh Munawar Liza Zainal tersebut.
Selain dia, surat tersebut juga telah dilihat oleh beberapa pengurus teras PNA lainnya, seperti ketua mahkamah partai, bendahara, ketua harian, dan beberapa anggota lainnya.
Namun, kata Miswar, ia belum mengetahui apakah Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf, sudah menerima surat tersebut atau belum.
“Surat itu ke DPP sudah sampai, sudah kami lihat. Kalau ketua umum ini belum tahu, makanya kami ingin jumpa ketua umum, termasuk ingin menyampaikan hal itu,” kata Miswar Fuady.
Ditanya apakah ada konflik internal sehingga Munawar Liza memilih mundur dari kepengurusan, Miswar mengatakan sama sekali tidak ada konflik internal.
“Tidak ada konflik internal, kami juga bingung mengapa beliau memilih mundur, tapi kami sampai sekarang belum berjumpa dengannya. Kalau memang mundur ya mundur, kita lihat pun alasan sangat privasi tidak terkait dengan organisasi,” demikian Miswar Fuady.(dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/munawarliza-mundur-dari-pna_20180320_122817.jpg)