Polres Lhokseumawe Periksa Saksi Ahli

Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Rabu (21/3) kemarin, memeriksa seorang pegawai di Kantor Wilayah

Polres Lhokseumawe Periksa Saksi Ahli
HENDRI BUDIMAN, Kapolres Lhokseumawe

* Kasus Dugaan Pungli di BPN Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Rabu (21/3) kemarin, memeriksa seorang pegawai di Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh. Pegawai tersebut dimintai keterangan sebagai saksi ahli terkait ditangkapnya seorang pejabat di kantor BPN Lhokseumawe atas dugaan telah melakukan pungutan liar (pungli).

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Lhokseumawe yang dipimpin langsung Kasi Penindakan AKP Budi Nasuha melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Kota Lhokseumawe, Jumat (23/2) sore. Dalam OTT ini, turut diamankan seorang pejabat kantor itu, dan menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 20 juta, serta beberapa lembar sertifikat, dan akte notaris. Pejabat yang diamankan berinisial SU (56), yang merupakan kasi di kantor BPN tersebut. Beberapa jam setelah diamankan, SU pun langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha menerangkan, proses pemeriksaan terhadap saksi ahli berlangsung di Kanwil BPN Aceh. Dengan selesainya pemeriksaan saksi ahli itu, jelas dia, berarti pihaknya sudah tuntas memeriksa sembilan saksi, baik dari korban, pegawai BPN, dan juga saksi yang menangkap.

“Usai pemeriksaan saksi ahli, kita langsung masuk ke tahap pemberkasan. Target kami, Jumat ini berkas sudah bisa dilimpahkan ke jaksa,” ujarnya. Ditambahkan AKP Budi Nasuha, tersangka SU saat ini masih ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas II Lhokseumawe dengan status tahan kepolisian, sejak dipindahkan seminggu lalu.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Lhokseumawe, M Nurdin menegaskan, meski kantor yang dipimpinnya terkena OTT yang berujung penangkapan salah satu pejabat, namun proses pelayanan masyarakat tetap berjalan normal. “Khusus untuk jabatan kasi yang selama ini dijabat oleh SU, kini sudah terisi oleh pegawai lainnya,” tukas M Nurdin.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help