Saat Pemegang Obligasi Pesawat Tagih Utang ke Bank Indonesia, Malah Dibilang ‘Terlambat Datang’

Tidak diketahui pula apa yang dimaksudkan dengan ‘terlambat datang’ oleh pejabat BI kala itu.

Saat Pemegang Obligasi Pesawat Tagih Utang ke  Bank Indonesia, Malah Dibilang ‘Terlambat Datang’
Kolase Serambinews.com/ist
Ibrahim Laweung menunjukkan obligasi pembelian pesawat pertama RI yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia Airways. 

Laporan Said Kamaruzzaman | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebagai pemegang obligasi bernilai Rp 8.600, Ibrahim Laweung (53) mengaku ayahnya pernah menagih pembayaran ke BI atas kepemilikan surat pernyataan utang tersebut.

Namun kala itu, bank tersebut malah bilang ayahnya terlambat datang. 

“Kata orang di BI saat itu, ‘Kok Bapak telat sekali datang’,” tutur Ibrahim Laweung kepada Serambinews.com, di Banda Aceh, Jumat (23/3/3018).

Ibrahim menceritakan kembali penuturan ayahnya kepadanya, 20 tahun yang lalu.

Ibrahim yang kala itu berusia sekitar 30 tahun, ikut mendampingi sang ayah ke kantor BI Banda Aceh, namun dia hanya menunggu di luar.

Sedangkan ayahnya masuk ke dalam menjumpai pimpinan di bank sentral itu.

Mendengar pernyataan tersebut, kata Ibrahim, ayahnya marah. 

Tidak diketahui pula apa yang dimaksudkan dengan ‘terlambat datang’ oleh pejabat BI kala itu. 

“Tidak tahu apa maksudnya, apa mungkin sudah pernah dibagikan imbalan dari obligasi itu? Wallahu’aklam,” tandas Ibrahim yang juga dosen FKM Unmuha ini.

Fotokopi obligasi senilai Rp 3000 atasnama Sulaiman Abdullah yang diterbitkan untuk keperluan pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, pada tahun 1950.
Fotokopi obligasi senilai Rp 3000 atasnama Sulaiman Abdullah yang diterbitkan untuk keperluan pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, pada tahun 1950. (IST)
Fotokopi obligasi senilai Rp 5600 atasnama Keuchik Abdullah yang diterbitkan untuk keperluan pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, pada tahun 1950.
Fotokopi obligasi senilai Rp 5600 atasnama Keuchik Abdullah yang diterbitkan untuk keperluan pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, pada tahun 1950. (IST)
Halaman
12
Penulis: Said Kamaruzzaman
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help