BI: Padi dan Sawit Komoditas Unggulan di Aceh Barat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan berdasarkan kajian BI

BI: Padi dan Sawit Komoditas  Unggulan di Aceh Barat
TUMPUKAN tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang baru dipanen untuk dijual ke pabrik di Kota Subulussalam. 

BANDA ACEH - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan berdasarkan kajian BI, sektor ekonomi yang unggul saat ini di Aceh Barat adalah pertanian dan perdagangan. Di bidang pertanian, komoditas yang diunggulkan yaitu padi dan perkebunan sawit. Sedangkan di bidang perdagangan yaitu toko kelontong, kedai kopi, makanan serta usaha makanan dan minuman.

Hal ini disampaikan Zainal Arifin Lubis dalam siaran pers yang diterima Serambi, Jumat (23/3) usai melakukan pertemuan dengan pemerintah kabupaten Aceh Barat, di ruang rapat bupati Aceh Barat, Rabu (21/3). Dikatakannya, sektor ekonomi yang unggul tersebut juga tercermin dari tingginya porsi penyaluran kredit perbankan di Meulaboh untuk sektor pertanian dan perdagangan.

Zainal Arifin Lubis menyebutkan kegiatan usaha yang juga potensial untuk dikembangkan di Aceh Barat adalah penangkapan ikan di laut, usaha tambak ikan, meubel kayu, pertanian cabai merah dan semangka, serta galian batu koral. “Hasil penelitian komoditas produk dan jasa unggulan tersebut kiranya dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah daerah dalam menyusun program kerja pemberdayaan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga disampaikan, pertumbuhan ekonomi di Aceh Barat dalam kurun waktu 4 tahun terakhir tumbuh pada tingkat moderat walaupun masih dibawah angka pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk tahun 2017, laju inflasi Meulaboh masih lebih tinggi dari pertumbuhan PDRB, sehingga pertumbuhan ekonomi tersebut belum dapat memberikan efek peningkatan kesejahteraan yang signifikan ke masyarakat.

Sedangkan Wakil Bupati Aceh Barat, Drs H Banta Puteh Syam SH MM merespon baik langkah BI untuk menjadi mitra strategis pemerintah kabupaten Aceh Barat dalam rangka pengendalian inflasi dan pemberdayaan ekonomi masyakat. Ke depan, peran TPID Aceh Barat dalam melakukan upaya pengendalian inflasi perlu ditingkatkan mengingat saat ini sudah dikeluarkan Kepres Nomor 23 Tahun 2017.

Pihaknya juga mendukung dan mendorong investor untuk membuka usahanya di Aceh Barat. Namun, syariat dan akidah islam perlu dipatuhi dan ditegakkan.

Sementara Kepala Dinas Pangan Aceh Barat juga berharap BI dapat menyalurkan CSR-nya dalam mendukung program ketahanan pangan di Aceh barat berupa penyediaan bibit cabai merah, dan membentuk klaster bawang di Meulaboh. Terkait hal tersebut, BI akan melakukan survei lebih lanjut dan akan menyasar pesantren potensial yang dapat diikutsertakan dalam program kemandirian ekonomi pesantren. Kunjungan kerja Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh tersebut juga dilaksanakan dalam rangka melakukan seleksi penerima beasiswa BI di Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh. (una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help