Jalan Nasional Terancam Putus

Badan jalan nasional dari Aceh Tengah ke Gayo Lues atau sebaliknya terancam putus

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
jalan rusak 

* Amblas di Pantan Cuaca dan Kendawi

BLANGKEJEREN - Badan jalan nasional dari Aceh Tengah ke Gayo Lues atau sebaliknya terancam putus. Hal itu seiring amblasnya sebagian badan jalan di kawasan Kecamatan Pantai Cuaca dan Kendawi, Gayo Lues yang belum diperbaiki, sehingga dapat mengancam keselamatan pengendara, terutama pada malam hari.

Dilaporkan, pihak terkait telah memasang tanda berbahaya di lokasi badan jalan yang amblas, tetapi sebagian rambu-rambu telah patah atau hilang, diduga ditabrak pengguna jalan. “Dua titik badan jalan yang amblas di Pantan Cuaca dan Kendawi sudah lama terjadi, tetapi belum juga diperbaiki, sehingga terancam putus,” kata Udin, sopir penumpang L-300 yang juga warga Blangkejeren di lokasi badan jalan yang amblas, Jumat (23/3)

Dia menyatakan separuh badan jalan yang sudah amblas harus segera diperbaiki, sebelum jatuh korban jiwa. “Para pengguna jalan yang melintas dari Blangkejeren ke Takengon atau sebaliknya harus selalu berhati-hati dengan memperhatikan rambu-rambu lalulintasu,” sebut Udin yang dibenarkan sejumlah sopir trayek Blangkejeren-Takengon lainnya.

Hal serupa juga diakui warga Pantan Cuaca yang menyatakan kondisi jalan yang amblas sudah parah dan nyaris putus, termasuk di simpang Kendawi, Kecamatan Rikit Gaib. “Dua titik jalan itu sangat membahayakan pengendara, walau sudah dipasang rambu-rambu lalulintas,” kata Azwar yang dibenarkan sejumlah pengendara lainnya di Rikit Gaib.

Kondisi serupa juga ditemui di lintasan provinsi, dari Blangkejeren ke Kutapanjang dengan kondisi jalan rusak parah dan lubang bertaburan, tetapi sudah lebih lama lagi. Ruas jalan tersebut yang masuk prioritas dibangun sudah rusak sejak beberapa tahun lalu, dengan korban terus berjatuhan, terutama pengendara sepeda motor.

Jalan Blangkejeren-Kutapanjang dan Blangjerango, Tripe Jaya dan Terangun yang tembus ke Babahrot, Aceh Barat Daya belum juga diperbaiki secara permanen. “Jalan Blangkejeren ke Kutapanjang yang dilalui warga dari empat kecamatan, selain bertabur lubang juga rusak parah dan amblas,” kata sopir L-300 di Kutapanjang, Kamis (22/3).

Begitu juga yang diakui Budi, pengendara beca mesin yang mengatakan korban kecelakaan tunggal terus berjatuhan, selain kendaraan cepat rusak. “Warga dari empat kecamatan mendesak Pemprov Aceh untuk segera memperbaiki jalan yang rusak dan amblas, karena sudah lama terjadi,” kata Budi yang dibenarkan sejumlah warga Blangjerango dan Terangun.

Menurut warga, banyak pengendara yang terperosok ke dalam lubang jalan, terutama saat musim hujan, karena tertutup air. Mereka menilai pemerintah masih saja tutup mata dan membiarkan korban terus berjatuhan dengan kondisi jalan yang terus bertambah rusak.

“Ruas jalan Blangkejeren ke Kutapanjang tidak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Aceh, padahal warga dari beberapa kecamatan terus mengeluhkan kondisi itu bertahun-tahun agar segera diperbaiki, “sebut warga Terangun.

Dilansir sebelumnya, material longsor berupa bebatuan besar, batang kayu dan tanah liat yang menutupi badan jalan di Kecamatan Terangun, Gayo Lues (Galus) menuju Babahrot, Abdya mulai dibersihkan. Pembersihan bukan oleh instansi terkait, tetapi masyarakat yang bergotong-royong dengan alat seadanya untuk memecahkan bebatuan besar dan memindahkan kayu dari jalan.

Puluhan warga pada Sabtu (12/8/2017) beramai-ramai membersihkan tumpukan material longsor di Bur Nipis Tongra, Kecamatan Terangun, Galus. Jalur ini, praktis tidak bisa dilintasi kendaraan apapun, kecuali pajalan kaki sejak Senin (7/8/2017) seusai kawasan itu diguyur hujan deras yang disertai longsor dari perbukitan.

Lintasan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus) menuju Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) lumpuh total, sehingga kendaraan tidak bisa melintas hingga Rabu (9/8/2017) sore. Sejumlah warga di Terangun menyatakan longsor berupa bebatuan, kayu dan tanah liat memutuskan jalan di Burnipis, dekat Desa Tongra, Kecamatan Terangun. Dikatakan, longsor juga menutupi badan jalan di wilayah Babahrot, perbatasan Abdya dengan Galus, sehingga arus transportasi lumpuh total(c40)

jalan amblas
* Kecamatan Pantan Cuaca
* Kecamatan Rikit Gaib
* Separuh jalan amblas
* Hanya dipasang rambu-rambu
* Belum ada upaya perbaikan
* Sudah lama terjadi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved